6 Herbal yang Lagi Naik Daun di Indonesia pada 2026, dari Jahe Merah hingga Ashwagandha

Senin 24 Aug 2026 - 06:00 WIB
Reporter : ase erlina
Editor : djarwo

Tren Herbal 2026: 6 Bahan Alami yang Banyak Dilirik Masyarakat

BACAKORAN.CO - Minat masyarakat terhadap produk berbahan alami terus menjadi bagian dari tren gaya hidup sehat. Di Indonesia, sejumlah tanaman obat dan bahan herbal tradisional kembali mendapat perhatian, baik sebagai bahan jamu, minuman kesehatan, pangan fungsional, maupun suplemen.

Pada 2026, beberapa nama yang kerap muncul dalam pembahasan mengenai tren herbal antara lain jahe merah, kunyit atau kurkumin, temulawak, kencur, daun kelor, ashwagandha, hingga echinacea.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa popularitas tidak otomatis berarti suatu herbal terbukti efektif untuk semua kondisi kesehatan. Bukti ilmiah, dosis, bentuk sediaan, kondisi individu, serta kemungkinan interaksi dengan obat tetap perlu diperhatikan.

BACA JUGA:5 Resep Ramuan Herbal Pelangsing Alami: Bebas Efek Samping dan Ampuh Turunkan Berat Badan

Berikut sejumlah herbal yang populer dan banyak diperbincangkan.

1. Jahe Merah, Herbal Tradisional yang Tetap Populer

Jahe merah menjadi salah satu bahan herbal yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Aromanya yang kuat dan sensasi hangat membuatnya banyak digunakan sebagai bahan minuman tradisional maupun produk herbal siap konsumsi.

Dalam penggunaan tradisional, jahe kerap dimanfaatkan untuk membantu meredakan mual, mendukung kenyamanan pencernaan, serta memberikan sensasi hangat pada tubuh.

Popularitas jahe merah juga didukung kemudahan pengolahannya. Bahan ini dapat ditemukan dalam bentuk rimpang segar, bubuk, seduhan, minuman instan, hingga berbagai produk herbal.

Meski demikian, penggunaan jahe sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tidak seharusnya menggantikan pengobatan medis ketika seseorang mengalami penyakit atau keluhan yang membutuhkan pemeriksaan.

BACA JUGA:Modus COD, Perempuan Penjual Produk Herbalife Menjadi Korban Begal, Pelaku Dibekuk Polisi

2. Kunyit dan Kurkumin, Bukan Sekadar Bumbu Dapur

Kunyit memiliki posisi yang unik karena digunakan sekaligus sebagai rempah, bahan jamu, dan bahan yang banyak dibahas dalam penelitian mengenai senyawa aktif.

Salah satu senyawa yang paling dikenal adalah kurkumin, komponen yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam berbagai penelitian.

Tak mengherankan jika kunyit dan produk berbasis kurkumin menjadi bagian dari tren suplemen dan gaya hidup sehat.

Meski begitu, klaim manfaat kurkumin perlu dilihat secara proporsional. Hasil penelitian pada senyawa atau ekstrak tertentu tidak selalu berarti semua produk kunyit memberikan efek yang sama. Konsentrasi bahan aktif, formulasi, dosis, dan kualitas produk dapat berbeda.

BACA JUGA:5 Manfaat Luar Biasa Tanaman Herbal Lokal Buat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Secara Alami

3. Temulawak, Primadona dalam Tradisi Jamu Indonesia

Kategori :