17 Pesawat Water Bombing dan 200 Pompa Gambut: Hasil Rapat Malam Prabowo di Kediaman Hambalang

Senin 24 Aug 2026 - 08:14 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dari sore hingga malam di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Rapat tersebut membahas tindak lanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta rekonstruksi dan bantuan bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hadir di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN M. Herindra, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta kepala staf angkatan.  

Sebagaimana dikutip dari akun X @LambeSahamjja pada tanggal 24 Agustus 2026, kegiatan Presiden setelah menghadiri kondangan pernikahan dilanjutkan dengan rapat intensif di Hambalang. Informasi serupa juga dikonfirmasi melalui pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dirilis media nasional.

BACA JUGA:Merinding! Banyak Perusahaan Dukung Aksi 27 Agustus 2026: Liburkan Karyawan Tanpa Potong Cuti

Dua Bencana Simultan yang Menuntut Respons Cepat

Karhutla di Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, meningkat signifikan sepanjang Agustus 2026.

Data sebelumnya menunjukkan ribuan hotspot, dengan fokus di Kubu Raya, Ketapang, dan wilayah gambut yang sulit dipadamkan karena api di bawah permukaan.

Presiden Prabowo sendiri telah meninjau langsung lokasi di Desa Limbung, Kubu Raya, pada 22 Agustus 2026, serta memimpin rapat di Palangka Raya.  

BACA JUGA:Memanas! Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Usir PKL di Plaza Patriot hingga Adu Mulut, Netizen Tuntut Usut...

Sementara itu, gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak berat puluhan hingga ratusan korban jiwa (update terus bertambah), ribuan luka-luka, dan ratusan ribu pengungsi.

Gempa susulan masih berlangsung hingga ribuan kali.  

Rapat di Hambalang menjadi forum evaluasi dan percepatan distribusi dukungan yang telah diinstruksikan sebelumnya.

Peserta dan Fokus Pembahasan Rapat

Rapat dihadiri pejabat strategis lintas kementerian dan TNI.

Di sesi terakhir, fokus diarahkan pada tindak lanjut dukungan untuk Kalimantan dan NTT, khususnya yang melibatkan penerbangan udara.  

BACA JUGA:Tukang Becak hingga Sopir Bangkalan Siapkan 500 Tiket ke Jakarta, Tolak Hentikan MBG: Perbaiki Tata Kelola!

Kategori :