Poin-poin utama yang dibahas dan diinstruksikan meliputi:
Penambahan 17 pesawat untuk operasi water bombing di Kalimantan.
Kedatangan 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan untuk penanganan karhutla.
Pengiriman 200 pompa dan pipa khusus pemadaman api bawah tanah di lahan gambut.
Pembahasan rekonstruksi serta penanganan warga terdampak gempa di NTT.
BACA JUGA:Petani Kopi di Pagaralam Diikat dan Dirampok, Kerugian Capai Rp100 Juta Lebih
Presiden juga memberikan apresiasi kepada gerak cepat personel TNI dan Polri di berbagai sektor.
“Presiden membahas tindak lanjut instruksi mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
“BNPB, Kementerian Kehutanan bahkan ga diajak. si paling tentara banget ampun,” tulis @shafiratul.
Sementara @DeniDeDongo mempertanyakan, “Sesi terakhir baru ngomongin karhutla & NTT Jadi sesi utama sebelumnya ngomongin apaan ya?”
Konteks Lapangan dan Tantangan Penanganan
Penanganan karhutla di lahan gambut memerlukan pendekatan khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan.
Operasi modifikasi cuaca dan water bombing menjadi andalan, dilengkapi personel darat yang memadai.
Penambahan 1.500 personel (sekitar tiga batalyon) dari luar Kalimantan diharapkan mempercepat pemadaman dan pencegahan titik baru.
Untuk NTT, fokus bergeser ke fase rekonstruksi hunian sementara/tetap, bantuan logistik berkelanjutan, dan pemulihan infrastruktur setelah fase tanggap darurat.
Pengalaman peninjauan langsung Presiden ke lokasi karhutla menunjukkan pendekatan hands-on.