Langkah ini sejalan dengan upaya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar lahan.
Di sisi lain, pertanyaan publik mengenai keterlibatan kementerian teknis sipil (seperti Kehutanan atau BNPB secara penuh) menjadi catatan untuk evaluasi koordinasi ke depan.
BACA JUGA:Pasar Sungai Duri Bengkayang Terbakar Hebat, Lebih dari 30 Ruko Terdampak dan Jalan Nasional Ditutup
Keberhasilan penanganan akan diukur dari berkurangnya hotspot, kecepatan pemadaman, dan kesejahteraan pengungsi di NTT.
Langkah konkret ini diharapkan mengurangi dampak asap bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian regional, sekaligus mempercepat pemulihan NTT menuju normalisasi.
Rapat malam di Hambalang pada 23 Agustus 2026 menjadi bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan respons cepat terhadap dua bencana yang terjadi hampir bersamaan.
Dengan penambahan armada udara, personel, dan peralatan spesifik, pemerintah berupaya mengendalikan karhutla serta mendukung rekonstruksi NTT.