Asap putih masih membumbung, dan kualitas udara di sejumlah wilayah sempat masuk kategori tidak sehat.
Jarak pandang sempat turun drastis di pagi hari.
BACA JUGA:Rekening Rp80,9 Juta Supriyono alias Botok Diblokir, Bank Mandiri Ungkap Ada Permintaan Aparat
Sebelumnya, pada awal Agustus, karhutla di Ketapang telah menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Sungai Besar tewas terjebak asap dan api saat melintas jalan poros.
Status siaga kekeringan dan bencana asap pun ditetapkan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo serta jajaran BPBD setempat aktif turun ke lapangan, sementara Pemkab menggelar doa bersama lintas agama memohon hujan.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah turun langsung ke Kalimantan Barat pada 22 Agustus 2026.
Beliau memimpin rapat penanganan di Lanud Supadio, Kubu Raya, melakukan patroli udara, dan meninjau lokasi di Desa Limbung.
Namun, fokus kunjungan lebih banyak di wilayah sekitar Pontianak dan Kubu Raya, sementara Ketapang yang menjadi episentrum tetap menjadi perhatian publik.
BACA JUGA:Merinding! Banyak Perusahaan Dukung Aksi 27 Agustus 2026: Liburkan Karyawan Tanpa Potong Cuti
Pada periode yang sama, terdapat agenda di Jakarta Convention Center (JCC) yang melibatkan kalangan dekat istana, yang kemudian menjadi bahan perbandingan di media sosial.
Karhutla di Ketapang 2026 sekali lagi mengingatkan pentingnya pengelolaan lahan berkelanjutan, penegakan hukum terhadap pembakaran, serta kesiapsiagaan jangka panjang menghadapi dampak perubahan iklim dan fenomena El Niño.
Doa dan solidaritas nasional melalui tagar #PrayforKalimantan menjadi bagian dari respons kolektif masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG, serta mendukung upaya pemadaman dengan tidak membuka lahan menggunakan api.
Semoga hujan segera turun dan api benar-benar padam.