"Tentu masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dan memaksimalkan peluang,” kata Luciana.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia menurunkan sejumlah pemain andalan, antara lain Chelsa Berliana, Arneta Putri, Miradanti Namira, Arsela Nuari Purnama, Medi Yoku, dan Ersandrina Devega.
Dalam laga ini, Thailand mampu mengambil kendali permainan dan menyulitkan Indonesia mengembangkan serangan.
Tekanan Thailand sudah terasa sejak set pembuka. Indonesia berusaha menjaga persaingan angka, tetapi permainan lawan membuat Garuda Pertiwi tertinggal dan akhirnya kehilangan set pertama 16-25.
BACA JUGA:AVC Men's Cup 2026: Mantap, Timnas Voli Indonesia Juara Usai Kalahkan Korea Selatan 3-0!
Perlawanan Indonesia meningkat pada set kedua. Garuda Pertiwi sempat berusaha menjaga jarak perolehan poin, tetapi konsistensi Thailand kembali menjadi pembeda. Indonesia pun kehilangan set kedua dengan skor 18-25.
Thailand tidak mengendurkan tekanan pada set ketiga. Indonesia semakin kesulitan menemukan ritme permainan dan tertinggal dalam perolehan angka sebelum menyerah 15-25.
Luciana mengatakan pengalaman menghadapi Thailand akan menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia sebelum menjalani pertandingan selanjutnya. Perbaikan terutama diperlukan agar para pemain dapat tampil lebih konsisten dan efektif memanfaatkan peluang.
“Evaluasi akan terus dilakukan agar tim dapat tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya melawan Australia dan terus berkembang menuju target yang telah ditetapkan di AVC Continental 2026,” ujarnya.
Indonesia akan menutup pertandingan Pool B dengan menghadapi Australia pada Rabu (26/8/2026).