Sementara itu, mobil bensin seperti Brio mengandalkan efisiensi mesin dan bobot kendaraan untuk menekan konsumsi BBM.
Namun, mobil paling irit belum tentu menjadi mobil paling murah untuk dimiliki.
Harga pembelian, biaya servis, pajak, asuransi, harga suku cadang, hingga kebutuhan perjalanan harus ikut diperhitungkan.
Bagi pengguna yang menempuh jarak jauh setiap hari, efisiensi BBM bisa memberikan penghematan signifikan.
Sebaliknya, jika mobil hanya digunakan sesekali, selisih harga antara mobil hybrid dan bensin perlu dihitung kembali.
Kesimpulan
GIIAS 2026 menunjukkan bahwa pilihan mobil hemat BBM di Indonesia semakin beragam.
Toyota Innova Zenix Hybrid unggul untuk kebutuhan keluarga besar. Nissan Serena e-POWER menawarkan pengalaman berkendara berbasis motor listrik tanpa bergantung pada SPKLU.
Sementara itu, Toyota Yaris Cross Hybrid dan Daihatsu Rocky Hybrid cocok untuk konsumen yang menginginkan SUV lebih efisien.
Untuk pilihan yang lebih sederhana dan terjangkau, Honda Brio masih sulit diabaikan.
Jadi, jika pertanyaannya mana yang paling worth it, jawabannya kembali pada kebutuhan. Jangan hanya melihat angka konsumsi BBM, tetapi hitung juga harga pembelian dan total biaya kepemilikan dalam jangka panjang.