Tembus 10.000 Stasiun Flash Charging dalam 6 Bulan, BYD Kian Agresif Kuasai Ekosistem Kendaraan Listrik Global

Rabu 02 Sep 2026 - 06:00 WIB
Reporter : isya
Editor : djarwo

Kecepatan tersebut dimungkinkan berkat kombinasi platform listrik 1.000 volt, Blade Battery generasi kedua, dan sistem penyimpanan energi di setiap stasiun untuk menjaga kestabilan pasokan listrik. 

BACA JUGA:5 Tips Tukar Tambah HP Flagship Digabung Cicilan Ringan: Hemat Banyak dan Bebas Bebas Rugi!

Target BYD Belum Berhenti di 10.000 Stasiun

BYD menargetkan memiliki 20.000 Flash Charging Station di China sebelum akhir 2026.

Artinya, perusahaan masih harus membangun sekitar 10.000 stasiun tambahan dalam empat bulan terakhir tahun ini agar target tercapai.

Selain China, BYD juga telah mengumumkan rencana membangun 6.000 Flash Charging Station di luar negeri, termasuk sekitar 3.000 stasiun di Eropa menggunakan standar CCS2. 

BACA JUGA:BYD M6 EV dan M6 DM Curi Perhatian di GIIAS 2026, MPV Listrik Canggih untuk Keluarga Modern

Dampaknya bagi Persaingan Mobil Listrik Global

Strategi BYD kini tidak hanya menjual mobil listrik, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung secara masif.

Langkah ini dinilai menjadi keunggulan kompetitif karena konsumen memperoleh akses pengisian cepat yang semakin luas.

Beberapa dampak yang mulai terlihat antara lain: Mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai kota di China.

Menarik pengguna kendaraan listrik dari merek lain.

Memperkuat ekspansi BYD ke pasar internasional, terutama Eropa dan Amerika Latin. 

Apakah Flash Charging BYD Akan Hadir di Indonesia?

Hingga 31 Agustus 2026, BYD Indonesia belum mengumumkan peluncuran jaringan Flash Charging 1.500 kW di Tanah Air.

Namun, perusahaan terus memperluas jaringan dealer, layanan purna jual, dan fasilitas pengisian daya sebagai bagian dari strategi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Kategori :