Personel TNI ikut menjaga lokasi. Wali santri berkumpul menunggu kepastian kondisi anak-anak mereka.
BACA JUGA:KUR BRI vs Mandiri September 2026: Syarat, Plafon dan Cara Ajukan
“Ada 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina pada tahap awal.
Data kemudian berkembang.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak dan sumber lain menyebutkan angka yang lebih tinggi, hingga lebih dari 400 bahkan 431 orang (termasuk sebagian dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama).
RSUD RT Notopuro menjadi rujukan utama dengan ratusan pasien, diikuti RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan lainnya.
BACA JUGA:Senjata Makan Tuan, Pemuda Sungai Lilin di Jl Puskesmas Tewas Tersabet Egrek yang Dibawanya
Sebagaimana dikutip dari akun X @NenkMonica pada 1 September 2026, postingan tersebut menyoroti “Korban Diduga Keracunan MBG Paling Brutal Hingga Mencapai Ratusan Siswa/Santri” lengkap dengan video dokumentasi, yang kemudian viral dan memicu banyak komentar.
Bupati Sidoarjo Subandi langsung turun ke lokasi dan rumah sakit.
“Alhamdulillah semua sudah terpantau dan ditangani dengan baik, aman, dan tidak ada kendala apapun,” ujar Subandi.
Ia menegaskan gejala mayoritas berupa mual dan diare, serta proses pemulihan berjalan.
Sebagian santri yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang.
Emil Dardak membantah kabar adanya korban meninggal yang sempat beredar.
"Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegasnya saat meninjau korban.
Ia juga mengonfirmasi kesamaan sumber makanan dari SPPG Kalitengah.