BACAKORAN.CO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 1 September 2026.
Gejala mulai muncul beberapa jam usai makan siang, memaksa evakuasi ratusan anak ke sejumlah rumah sakit.
Hingga laporan terbaru, jumlah korban yang dirawat mencapai ratusan (berkisar 293 hingga lebih dari 400-431 orang menurut berbagai sumber resmi), dengan konfirmasi tegas tidak ada korban jiwa.
Kasus ini menjadi salah satu insiden terbesar terkait program MBG dan memicu penutupan sementara SPPG Kalitengah serta perhatian luas di media sosial.
BACA JUGA:Dokter PPDS Undip Yuda Nabella Meninggal Dunia, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Perundungan!
Program MBG yang digagas sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah dan pesantren kembali diuji oleh kejadian ini.
Makanan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Menu hari itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
Sebanyak sekitar 1.010 porsi dikirim ke ponpes untuk santri MTs dan MA.
Kronologi Kejadian Lengkap
Makanan tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan sekitar pukul 12.00–13.00 WIB usai salat Zuhur.
Para santri makan bersama.
Gejala mulai dirasakan sekitar pukul 16.00 WIB setelah salat Asar: pusing, mual, muntah, diare, lemas, hingga sesak napas pada sebagian korban.
Pengurus ponpes segera memberikan pertolongan pertama dan menghubungi ambulans. Evakuasi berlangsung hingga malam hari.
Puluhan ambulans keluar-masuk kawasan pesantren.