Dolar AS Menguat, Rupiah Bertahan di Rp17.730 per USD

Rabu 02 Sep 2026 - 11:20 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

MYR Rp4.369,51 Rp4.411,40

GBP Rp23.887         Rp24.055

AUD Rp12.625         Rp12.723

NZD Rp10.414         Rp10.498

EUR Rp20.483         Rp20.630

Catatan: Kurs dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan bank.

BACA JUGA:Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI Hari Ini

Harga Minyak dan Emas

Selain valuta asing, pergerakan harga komoditas juga menjadi perhatian pasar.

Berdasarkan data yang diberikan, harga crude oil berada di level 90,78, sedangkan harga emas XAU berada di 4.331,72.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang memperkuat permintaan aset safe haven karena investor mencermati dampak konflik geopolitik terhadap pasokan dan harga energi global.

Emas juga tetap menjadi perhatian investor ketika ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat.

Ringkasan Pasar

Beberapa sentimen utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar adalah:

  • Dolar AS menguat karena permintaan safe haven.
  • Konflik AS-Iran kembali meningkatkan ketidakpastian geopolitik.
  • Harga minyak dunia naik ke 90,78.
  • Michael Barr membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi AS tidak mereda.
  • Data tenaga kerja AS pada Jumat menjadi perhatian utama pasar.
  • Rupiah bergerak di sekitar Rp17.730 per USD.
  • Inflasi Indonesia Agustus mencapai 3,19 persen.
  • Indonesia masih mencatat surplus perdagangan Juli.
  • Harga emas berada di 4.331,72.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan dolar AS, data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan The Fed, serta kondisi geopolitik global.

Kategori :