Pakan: Omnivora; menyukai pelet, udang air asin, cacing darah, dan daphnia.
Perkembangbiakan: Rasio ideal adalah dua betina dan satu pejantan. Mereka bisa melahirkan 8-12 ekor anak sekaligus di malam hari.
2. Ikan Guppy
Siapa yang tidak kenal guppy? Ikan mungil nan lincah ini memiliki warna-warni memukau pada bagian ekornya, terutama pada pejantan.
BACA JUGA:Rekomendasi 5 Jenis Ikan Hias Terbaik untuk Pemula, Cocok untuk Akuarium Rumahan!
Ikan guppy sangat produktif berkembang biak, sehingga sobat wajib menyediakan tanaman air di dalam bak sebagai tempat sembunyi burayak (anak ikan) agar tidak dimakan ikan dewasa.
Kondisi Air: Suhu 23-28 derajat Celcius, pH 7-8.
Karakteristik: Sangat damai, cocok dipelihara berkelompok atau digabung dengan platy dan molly.
3. Ikan Glofish
Sobat ingin bak mandi yang menyala di malam hari? Glofish adalah jawabannya.
Ikan ini merupakan hasil rekayasa genetika yang tubuhnya bisa memancarkan cahaya (fluoresensi) saat berada dalam kondisi cahaya redup.
Karakteristik: Merupakan ikan kawanan (schooling fish) yang hiperaktif.
Saran Pemeliharaan: Pelihara dalam kelompok minimal 5 hingga 10 ekor sekaligus agar mereka tidak stres.
4. Ikan Lemon (Yellow Lab Cichlid)
Berasal dari Danau Malawi, Afrika, ikan lemon memiliki warna kuning yang sangat pekat dan mencolok, terutama pada pejantan dewasa.
BACA JUGA:Bikin Stres Hilang! Intip 15 Jenis Ikan Hias Air Tawar dan Laut Terbaik untuk Pemula, Ada Ikan Komet
Sifat Khusus: Meskipun relatif damai, mereka bisa menjadi agresif dan teritorial pada masa kawin. Jangan gabungkan mereka dengan spesies cichlid agresif lainnya.
Kondisi Air Ideal: pH cukup tinggi antara 7,8 hingga 8,6 dengan suhu 25-28 derajat Celcius.
5. Neon Tetra
Bentuknya yang kecil dan ramping dengan garis neon biru dan merah membentang dari hidung hingga ekor membuatnya sangat mempesona. Ikan ini terbiasa hidup di perairan black water.