Tips Beli Mobil Bekas Matic agar Tidak Zonk
BACAKORAN.CO - Membeli mobil bekas matic membutuhkan ketelitian, terutama untuk unit berusia 5 hingga 10 tahun yang banyak beredar di pasar mobil bekas. Sebelum transaksi, calon pembeli perlu mengecek transmisi, kaki-kaki, mesin, serta memastikan mobil tidak memiliki riwayat banjir atau tabrakan berat.
Mobil bekas dengan transmisi otomatis memang menawarkan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, komponen seperti transmisi, sistem pendingin, kaki-kaki, dan mesin tetap perlu mendapat perhatian karena biaya perbaikannya bisa cukup besar jika kondisinya sudah menurun.
Karena itu, harga murah sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih mobil bekas.
Kondisi kendaraan secara keseluruhan jauh lebih penting untuk menentukan apakah sebuah unit layak dibeli atau justru berpotensi menambah biaya setelah transaksi.
Cek Kondisi Transmisi Matic
Bagian pertama yang wajib diperiksa adalah transmisi otomatis atau matic.
Saat mesin dinyalakan, coba pindahkan tuas dari posisi P, R, N, hingga D.
Perpindahan posisi seharusnya terasa relatif halus dan tidak disertai hentakan keras. Perhatikan juga apakah terdapat jeda terlalu lama ketika mobil mulai bergerak setelah tuas dipindahkan ke posisi D atau R.
Saat test drive, rasakan perpindahan gigi ketika mobil berakselerasi.
Jika muncul gejala seperti hentakan berlebihan, perpindahan gigi tidak konsisten, atau suara aneh dari transmisi, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum membeli.
BACA JUGA:5 Alasan Toyota Avanza Masih Diminati di Pasar Mobil Bekas & Baru: Irit, Tangguh, dan Awet
Waspadai Bunyi Kaki-Kaki
Kaki-kaki juga menjadi komponen yang perlu diperiksa pada mobil bekas berusia cukup tua.
Cara sederhananya adalah melakukan test drive melewati jalan yang tidak rata, polisi tidur, atau permukaan jalan dengan lubang kecil.
Dengarkan apakah muncul suara "gluduk-gluduk" dari bagian depan maupun belakang mobil.