Jangan Asal Beli! Begini Cara Memilih Motor Listrik Berdasarkan Jarak Tempuh

Jumat 04 Sep 2026 - 03:00 WIB
Reporter : ase erlina
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Popularitas motor listrik terus meningkat karena menawarkan alternatif kendaraan yang praktis untuk mobilitas sehari-hari. Namun, memilih motor listrik tidak cukup hanya berdasarkan harga, desain, atau fitur.

Salah satu faktor paling penting adalah jarak tempuh. Kebutuhan pengguna yang hanya bepergian beberapa kilometer di dalam kota tentu berbeda dengan mereka yang harus menempuh puluhan kilometer setiap hari.

Selain itu, sistem pengisian baterai juga harus disesuaikan dengan kebiasaan penggunaan. Ada motor yang menggunakan charger langsung, baterai yang bisa dilepas, hingga sistem battery swap.

Lantas, bagaimana cara memilih motor listrik yang sesuai kebutuhan?

BACA JUGA:5 Cara Merawat Motor Listrik Alva Cervo Agar Baterai Awet & Performa Tetap Maksimal

Hitung Jarak Perjalanan Harian

Langkah pertama adalah menghitung total jarak yang biasanya ditempuh dalam satu hari.

Sebagai patokan, pengguna dengan perjalanan kurang dari 20 km per hari umumnya tidak membutuhkan baterai berkapasitas besar. Motor dengan baterai kecil sudah cukup untuk aktivitas ringan seperti perjalanan ke pasar, sekolah, atau lokasi kerja yang dekat.

Untuk kebutuhan sekitar 20–50 km per hari, baterai berkapasitas menengah bisa menjadi pilihan. Kapasitas tersebut memberikan ruang lebih besar sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian.

Sementara itu, jika jarak perjalanan mencapai lebih dari 50 km per hari, pertimbangkan motor dengan baterai berkapasitas besar atau model yang mendukung sistem battery swap.

Namun, jangan terpaku pada angka jarak tempuh maksimum yang tercantum dalam brosur. Jarak aktual dapat dipengaruhi berat pengendara, kecepatan, kondisi jalan, tanjakan, cuaca, hingga penggunaan lampu dan aksesori.

Karena itu, sebaiknya tersedia cadangan jarak sekitar 20–30 persen untuk penggunaan sehari-hari.

BACA JUGA:Honda EV Outlier Concept Raih Red Dot Award 2026, Motor Listrik Futuristik Ini Bikin Penasaran

Pilih Sistem Pengisian Sesuai Kondisi

Setelah mengetahui kebutuhan jarak, perhatikan metode pengisian baterainya.

Plug-in

Sistem plug-in mengharuskan motor atau baterainya terhubung dengan charger dan sumber listrik. Pilihan ini cocok bagi pengguna yang memiliki stopkontak di rumah, garasi, atau kantor.

Metode ini praktis untuk penggunaan rutin, terutama jika motor dapat diisi pada malam hari saat tidak digunakan. Kekurangannya adalah pengguna harus menunggu hingga proses charging selesai.

Removable Battery

Kategori :