Ketika bergerak dalam pola tertentu dan memancarkan cahaya, mata manusia dapat menangkapnya sebagai bentuk visual tiga dimensi.
Konsep lainnya menggunakan laser untuk menghasilkan titik plasma di udara.
Keduanya memiliki tantangan teknis yang berbeda.
Karena itu, istilah “hologram” dalam pemberitaan populer perlu digunakan secara hati-hati. Tidak semua tampilan 3D tanpa layar merupakan hologram dalam pengertian teknis.
BACA JUGA:7 Motor Neo Retro Terbaik 2026: Gaya Klasik, Teknologi Modern, Harga Masih Ramah di Kantong!
Mengapa Teknologi Ini Berbeda dari Televisi?
Televisi tetap bergantung pada permukaan layar.
Mau menggunakan LCD, OLED, Mini LED, atau MicroLED, gambar tetap dihasilkan pada bidang tertentu.
Volumetric display mencoba menghilangkan batas tersebut.
Objek visual justru ditempatkan di dalam volume ruang.
Bayangkan sebuah model mobil muncul di tengah meja. Pengguna dapat melihat bagian depan, samping, atau belakangnya tanpa harus memutar gambar secara digital.
Konsep inilah yang membuat teknologi tersebut menarik.
Apakah Ini Lebih Canggih dari Apple Vision Pro dan Meta Quest?
Tidak bisa disimpulkan secara sederhana bahwa teknologi volumetrik lebih canggih.
Pendekatannya memang berbeda.
Headset seperti Apple Vision Pro dan Meta Quest menggunakan layar kecil yang berada di depan mata pengguna. Sistem optik kemudian menciptakan pengalaman visual yang terasa berada di ruang tiga dimensi.
Volumetric display mengambil pendekatan berbeda.
Perangkat berusaha menghasilkan objek visual di ruang fisik sehingga beberapa orang dapat melihatnya secara langsung.