Tanda lainnya adalah nomor tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan maupun mengirim SMS.
Kondisi ini patut dicurigai apabila terjadi tanpa adanya gangguan jaringan yang diketahui.
Pada WhatsApp, korban juga dapat menerima pemberitahuan bahwa nomor telepon telah didaftarkan pada perangkat lain.
Jika mengalami beberapa kondisi tersebut secara bersamaan, segera hubungi operator seluler melalui kanal resmi untuk memastikan status nomor.
Cara Mencegah SIM Swap Fraud
Langkah pertama adalah membatasi penyebaran data pribadi.
Jangan sembarangan membagikan nomor KTP, kartu keluarga, tanggal lahir, nama ibu kandung, maupun informasi identitas lain melalui media sosial atau formulir yang tidak jelas asalnya.
Pengguna juga perlu mewaspadai phishing. Hindari membuka tautan mencurigakan dari SMS, email, atau WhatsApp, terutama jika pesan meminta data pribadi, kata sandi, PIN, atau kode OTP.
Selain itu, SIM PIN dapat diaktifkan sebagai perlindungan tambahan terhadap penyalahgunaan kartu SIM fisik apabila perangkat atau kartu SIM jatuh ke tangan orang lain.
Menu pengaturan dapat berbeda sesuai merek dan versi sistem operasi, tetapi umumnya terdapat pada bagian keamanan kartu SIM.
Penggunaan eSIM juga dapat menjadi salah satu pilihan keamanan, terutama pada perangkat yang mendukungnya.
Namun, eSIM bukan berarti sepenuhnya kebal dari pengambilalihan nomor sehingga keamanan akun operator dan identitas digital tetap perlu dijaga.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Lapisan keamanan berikutnya adalah Two-Factor Authentication atau 2FA. Fitur ini memberikan faktor autentikasi tambahan sehingga akses ke akun tidak hanya bergantung pada nomor telepon.
Pada WhatsApp, pengguna dapat membuka Setelan > Akun > Verifikasi Dua Langkah, kemudian memilih untuk mengaktifkannya.
Buat PIN enam digit yang tidak mudah ditebak dan hindari menggunakan tanggal lahir atau kombinasi sederhana.