BACAKORAN.CO - SIM Swap Fraud adalah modus penipuan yang dilakukan dengan mengambil alih nomor kartu SIM korban melalui penerbitan SIM pengganti oleh operator seluler.
Ketika nomor berhasil dikuasai pelaku, kode OTP melalui SMS dapat masuk ke perangkat pelaku dan berpotensi digunakan untuk mengambil alih akun yang terhubung dengan nomor tersebut.
Modus ini dapat terjadi di mana saja dan menyasar pengguna layanan digital, termasuk aplikasi pesan, email, perbankan, serta dompet digital.
Karena itu, pengguna perlu memahami cara kerja SIM swap sekaligus menyiapkan lapisan keamanan tambahan.
Bagaimana SIM Swap Fraud Bekerja?
Dalam praktiknya, pelaku biasanya lebih dulu mengumpulkan data pribadi calon korban.
Informasi seperti nama lengkap, tanggal lahir, nomor identitas, hingga informasi keluarga dapat diperoleh melalui phishing, rekayasa sosial, kebocoran data, atau sumber lain.
Setelah memiliki informasi yang dianggap cukup, pelaku dapat mencoba meyakinkan operator seluler bahwa dirinya adalah pemilik nomor yang sebenarnya.
Pelaku kemudian mengaku kehilangan kartu SIM dan meminta penerbitan kartu pengganti.
Jika proses tersebut berhasil, nomor telepon korban dapat berpindah ke SIM yang dikuasai pelaku. Akibatnya, SMS dan panggilan yang masuk ke nomor tersebut berpotensi diterima oleh perangkat pelaku.
Situasi menjadi lebih berbahaya ketika nomor tersebut digunakan sebagai metode pemulihan akun atau penerimaan OTP.
Pelaku kemudian dapat mencoba masuk ke berbagai layanan digital yang menggunakan nomor tersebut untuk proses verifikasi.
BACA JUGA:Modus Pinjaman Fiktif, Manager Koperasi Gelapkan Rp600 Juta, Sebulan Sembunyi di Lubuklinggau
Tanda Nomor Terkena SIM Swap
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah hilangnya jaringan secara tiba-tiba.
Jika ponsel mendadak menampilkan keterangan seperti "No Service" atau hanya memungkinkan panggilan darurat, padahal sebelumnya sinyal normal, pengguna perlu segera waspada.