Viral! MBG Ayam Mentah dan Nasi Setengah Matang di SD Alang-alang Serang, SPPG Minta Maaf Akui...

Sabtu 05 Sep 2026 - 10:04 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Video viral menunjukkan ayam yang masih terlihat mentah dan nasi yang belum matang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Alang-alang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tirtayasa telah mengakui adanya kelalaian.

Kejadian ini memunculkan pertanyaan besar soal jaminan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah dasar.

Video yang beredar memperlihatkan potongan ayam berwarna merah muda dengan bagian dalam yang tampak belum matang sempurna saat ditarik, serta nasi yang masih keras.

BACA JUGA:Update Gunung Anak Krakatau: Abu Vulkanik Capai 48.000 Kaki, Status Tetap Siaga Level III

Kejadian ini terjadi pada awal September 2026 dan segera menjadi sorotan di media sosial X.

Sebagaimana dikutip dari akun X @independentjawa pada tanggal 4 September 2026, pihak SPPG Tirtayasa sudah mengakui kelalaian.

Namun pertanyaan yang mengemuka adalah apakah pengakuan itu cukup, dan di mana posisi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menjamin standar yang sama di seluruh SPPG.

Kasus ini bukan yang pertama di Banten maupun secara nasional.

Sebelumnya, sejumlah video serupa menampilkan telur mentah, jagung mentah, hingga makanan basi atau berjamur di beberapa titik SPPG. Pengawasan BGN pernah menemukan sebagian besar dapur MBG di Banten belum memenuhi standar higienitas dan SOP.

Kronologi dan Pengakuan SPPG Tirtayasa

Menurut unggahan yang menjadi sumber utama, menu MBG dibagikan di SD Alang-alang. Warga atau orang tua yang menerima paket segera memeriksa isi wadah stainless steel.

BACA JUGA:Asap Hitam Pekat Selimuti Tanah Abang, Ini Kronologi Kebakaran Apartemen Pavilion Jakpus

Ayam tampak pucat di luar namun berwarna merah muda dan berair di dalam, sementara nasi masih berbutir keras.

Pihak SPPG Tirtayasa, yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Banten Alam Makmur, mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan.

SPPG ini sebelumnya diresmikan sebagai salah satu dapur perdana di Kecamatan Tirtayasa dan melayani sejumlah sekolah di wilayah tersebut, termasuk SDN Lontar.

Kategori :