“Ayam mentah ini fatal,” tulis @Brahim_maldini menanggapi video tersebut.
Netizen lain menekankan perlunya keterlibatan BPOM.
“Tolong @BPOM_RI mensosialisasikan tindakan yang sudah dilakukan BPOM terhadap SPPG kepada masyarakat luas,” tulis @Bunderbuster999.
BACA JUGA:Kandang Sapi Jadi Markas Sabu, Tiga Pria Diciduk Polisi
Risiko Kesehatan Konsumsi Ayam dan Nasi Mentah
Ayam yang belum matang sempurna berisiko mengandung bakteri seperti Salmonella atau Campylobacter.
Konsumsi dapat menyebabkan keracunan pangan dengan gejala mual, muntah, diare, hingga demam, terutama berbahaya bagi anak-anak yang sistem kekebalannya masih berkembang.
Nasi yang tidak matang sempurna juga berpotensi menjadi media pertumbuhan bakteri jika disimpan dalam suhu tidak tepat.
Pola Masalah Berulang di Program MBG
Kejadian di Tirtayasa menambah deretan temuan serupa.
Di Lebak, pernah viral menu berisi telur dan jagung mentah. Di sejumlah wilayah lain, ditemukan makanan basi, berjamur, atau bahkan kasus keracunan massal yang memaksa BGN melakukan suspensi operasional SPPG.
BGN sendiri pernah menyatakan bahwa sebagian besar dapur di Banten belum memenuhi standar kebersihan dan SOP.
Beberapa SPPG dihentikan sementara karena masalah kualitas menu dan infrastruktur.
Pengawasan Ombudsman Banten juga menekankan pentingnya higienitas dapur, proses memasak, distribusi, dan penyimpanan.
Program MBG merupakan prioritas nasional untuk mendukung generasi emas 2045.
Anggaran besar digelontorkan, ribuan SPPG dibangun atau dikelola bersama yayasan dan pihak ketiga.
Namun implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan berupa kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan SOP, pengawasan berjenjang, dan infrastruktur dapur yang belum merata.