BACA KORAN.CO - Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang menunda waktu makan. Pekerjaan yang menumpuk, perjalanan, rapat, hingga aktivitas di depan layar menjadi alasan makan tidak dilakukan sesuai jadwal.
Sesekali terlambat makan mungkin tidak menjadi persoalan besar, tetapi jika berubah menjadi kebiasaan, pola tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh.
Makan bukan hanya tentang menghilangkan rasa lapar.
Tubuh membutuhkan asupan energi dan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi organ, menjaga konsentrasi, serta mendukung aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pola makan yang tidak teratur perlu mendapat perhatian, terutama jika seseorang sering melewatkan sarapan, makan siang terlalu larut, atau menunda makan hingga rasa lapar menjadi sangat kuat.
BACA JUGA:Hidden Gem Jadi Buruan, Wisatawan Mulai Menghindari Destinasi yang Terlalu Ramai
Rasa Lapar Bisa Menjadi Lebih Sulit Dikendalikan
Salah satu dampak yang sering dirasakan ketika makan ditunda adalah munculnya rasa lapar berlebihan.
Ketika tubuh terlalu lama tidak mendapatkan asupan makanan, seseorang dapat menjadi lebih mudah tergoda untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak ketika akhirnya memiliki kesempatan untuk makan.
Kondisi tersebut juga dapat membuat pilihan makanan menjadi kurang terkontrol.
Saat rasa lapar sudah terlalu kuat, makanan tinggi gula, lemak, atau kalori dapat terlihat lebih menarik dibandingkan makanan dengan komposisi gizi yang lebih seimbang.
Oleh karena itu, menjaga jadwal makan secara relatif teratur dapat membantu seseorang mengenali rasa lapar dan kenyang dengan lebih baik.
Jadwal tidak harus selalu sama persis setiap hari, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering melewatkan waktu makan.
BACA JUGA:Enam Naskah Kuno Muara Enim Buka Jejak Literasi Masa Lampau
Konsentrasi dan Produktivitas Dapat Terganggu