Muntahan siswa: Staphylococcus aureus
BACA JUGA:Aktivitas di Bandara Soetta Kembali Normal, Lampung Masih Tanda Tanya
“Benar, hasil laboratoriumnya sudah keluar. Kami sudah kirim hasilnya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,” ujar Hamid Rizal Lubis.
1. Bacillus cereus: Bakteri Nasi Basi yang Toksinnya Tahan Panas
Bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang sering ditemukan di tanah dan beras.
Spora ini mampu bertahan saat nasi dimasak.
BACA JUGA:5 Manfaat Ginkgo Biloba dan Bawang Putih Tunggal Cegah Penyumbatan Darah & Sakit Kepala
Jika nasi atau makanan bertepung dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama (zona bahaya 5–60°C), spora tumbuh dan menghasilkan toksin, terutama cereulide yang sangat stabil terhadap panas.
“Paling sering ditemukan pada nasi, terutama nasi goreng yang dibiarkan kelamaan di suhu ruangan. Spora yang bikin keracunan ini sangat stabil di suhu panas, sehingga memanaskan ulang makanan GAK SELALU menghilangkan racunnya,” jelas dr. Adam Prabata.
Gejala tipikal:
Mual dan muntah (tipe emetik, muncul 30 menit–6 jam)
Diare dan kram perut (tipe diare, muncul 6–15 jam)
BACA JUGA:Kelebihan Garam Bisa Picu Kanker, Kenali Batas Aman Konsumsi Harian Ini
Pada kadar toksin sangat tinggi (jarang), dapat terjadi komplikasi berat seperti gagal ginjal akut, gangguan hati, hingga ensefalopati.
2. Staphylococcus aureus: Bakteri dari Kulit dan Tangan Manusia
Staphylococcus aureus umum hidup di kulit, hidung, dan tangan manusia.
Kontaminasi terjadi ketika penjamah makanan yang tidak mencuci tangan atau memiliki luka terbuka menyentuh makanan, terutama yang berprotein tinggi seperti ikan.
Bakteri ini menghasilkan staphylococcal enterotoxin yang juga tahan panas.