3 Bakteri Ditemukan di Menu MBG Karo: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli, Apa Bahayanya?

Rabu 09 Sep 2026 - 08:09 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

Gejala yang muncul biasanya 2–8 jam setelah makan:

Mual dan muntah hebat

Diare

Kram perut

Kadang demam

BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan 2026: Kelas 1 Rp150 Ribu, Kelas 2 Rp100 Ribu, Kelas 3 Rp35 Ribu!

“Staphylococcus aureus umum ditemukan pada kulit dan tangan manusia. Bila masuk ke makanan dan dibiarkan lama, maka bisa menghasilkan toksin… Bakteri ini racunnya juga bisa bertahan pada makanan yang dipanaskan,” papar dr. Adam Prabata.

3. Escherichia coli: Indikator Kontaminasi Fekal

E. coli secara normal ada di saluran cerna manusia dan hewan.

Keberadaannya pada makanan, terutama buah potong seperti melon, menunjukkan kemungkinan kontaminasi fekal (kotoran) akibat higiene buruk, air tercemar, atau peralatan kotor.

Tidak semua strain berbahaya, namun Shiga toxin-producing E. coli (STEC) dapat menyebabkan hemolytic uremic syndrome (HUS) yang berujung gagal ginjal akut, bahkan komplikasi saraf.

BACA JUGA:Pembersih Kamar Mandi Terbaik: Rontokkan Kerak Hitam dan Hempaskan Bau 5 Menit Tanpa Sikat

“E. coli adalah bakteri normal yang dapat ditemukan di saluran cerna manusia, namun bila ditemukan pada makanan, maka perlu dipertanyakan higienitasnya dan kemungkinan kontaminasi fekal,” tegas dr. Adam Prabata.

Anak-anak lebih rentan karena sistem imun dan volume cairan tubuh yang lebih kecil, sehingga dehidrasi cepat terjadi.

“Orang tua anak-anak korban keracunan MBG protes Para pejabat malah saling lempar tanggung jawab,” tulis @liaasister di X, mencerminkan kekhawatiran publik terhadap tata kelola keamanan pangan.

Cara Mencegah Keracunan Makanan di Rumah dan di Sekolah

Berikut langkah praktis berbasis prinsip keamanan pangan:

Prinsip suhu aman: Makanan panas dijaga di atas 60°C, makanan dingin di bawah 5°C. Jangan biarkan di suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Kategori :