Kemensos Ungkap Sanggahan Data Bansos Makin Banyak

Rabu 09 Sep 2026 - 21:00 WIB
Reporter : Wira
Editor : djarwo

Setiap laporan yang masuk akan menjadi bahan dalam proses pemutakhiran dan verifikasi data.

Pemutakhiran data dilakukan secara berkala. 

Hasil pemutakhiran kemudian ditetapkan setiap tiga bulan sesuai dengan periode penyaluran bansos.

Hal serupa berlaku ketika terjadi perubahan desil kesejahteraan dalam DTSEN. Perubahan desil tidak serta-merta membuat penerima kehilangan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kalau sekarang ada desil loncat, tidak serta-merta terus bansosnya diputus.

Tidak serta-merta itu,” ujar Saifullah.

Pemerintah masih melakukan pengecekan sebelum menetapkan penerima bantuan pada periode penyaluran berikutnya. 

Dengan demikian, perubahan posisi desil perlu melalui proses pemutakhiran dan verifikasi terlebih dahulu.

Saifullah mencontohkan penerima manfaat yang kondisi ekonominya masih dinilai layak mendapatkan bantuan, tetapi berdasarkan pemutakhiran data berada di Desil 7.

Kondisi tersebut tidak otomatis membuat bantuan dihentikan karena pemerintah masih melakukan pemeriksaan sebelum keputusan penyaluran berikutnya.

BACA JUGA:Desil Bansos Bikin Heboh, Benarkah Orang Miskin Jadi Kaya?

Nomor KTP Diduga Disalahgunakan

Selain persoalan ketidaksesuaian penerima, Kemensos menemukan dugaan penyalahgunaan data kependudukan dalam proses pemutakhiran bansos. 

Nomor KTP penerima manfaat diduga digunakan pihak lain untuk berbagai kepentingan ekonomi.

Data tersebut disebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kendaraan, membeli tanah, hingga mendirikan perusahaan. Persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang sedang didalami Kemensos.

Saifullah mencontohkan kasus Darmi dan suaminya, pasangan lansia penerima BPNT di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pasangan tersebut disebut tidak mengenal baca-tulis, tetapi persoalan data membuat mereka tidak tercatat sebagai penerima manfaat untuk penyaluran triwulan III 2026.

“Nomor KTP-nya digunakan orang lain untuk membeli mobil, untuk membeli tanah, ada juga yang dimanfaatkan untuk membuat perusahaan. Ini yang kami dalami,” kata Saifullah.

Kategori :