230 Siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati Tumbang Usai Santap MBG, Dinkes Investigasi

Kamis 10 Sep 2026 - 10:00 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Ratusan siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami gejala gangguan pencernaan massal pada Rabu, 9 September 2026, setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya.

Sebanyak sekitar 230 siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati, plus puluhan guru, mengeluhkan mual, pusing, muntah, dan diare. Mereka dilarikan ke Puskesmas Gembong dan RSUD RAA Soewondo Pati.

Kasus ini menjadi sorotan karena berulangnya dugaan keracunan terkait program gizi nasional.

Informasi awal menyebar luas melalui media sosial X.

Sebagaimana dibagikan di akun X @RA_leather pada tanggal 9 September 2026, postingan tersebut membahas kronologi 230 siswa MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong yang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu MBG, dilengkapi video situasi di lokasi.

BACA JUGA:Kantor BPN Bogor Digeledah Polda Metro Jaya, Diduga Terkait Mafia Tanah PTSL 2019 di Bojonggede

Kronologi Lengkap Kejadian

Pada Selasa, 8 September 2026, siswa dan guru di dua sekolah tersebut menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1.

Distribusi makanan mengalami keterlambatan. Biasanya tiba sekitar pukul 11.20 WIB, namun hari itu baru sampai setelah pukul 12.00 WIB.

Para siswa menyantap menu tersebut setelah salat zuhur.

Gejala tidak muncul seketika. Keluhan mulai dirasakan Selasa sore hingga malam hari, berupa mual, sakit perut, pusing, muntah, dan diare.

BACA JUGA:Diduga Kelelahan, Pelajar Tenggelam di Sungai Lematang, Jasad Belum Ditemukan

Pada Rabu pagi, banyak siswa masih datang ke sekolah, namun keluhan semakin parah dan jumlah korban bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menerima laporan pertama sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan,” ujar Luky Pratugas Narimo saat ditemui di lokasi.

Sebanyak 29 unit ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Kategori :