Puskesmas Gembong kewalahan menampung pasien sehingga sebagian dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati dan fasilitas kesehatan lain.
BACA JUGA:MBG Tak Disentuh Siswa, Pati Malah Geger Keracunan
Jumlah Korban dan Kondisi Terkini
Data jumlah korban bersifat dinamis. Hingga Rabu siang, rincian sementara adalah:
SMP Negeri 1 Gembong: 103 siswa dan 13 guru.
MTs Negeri 3 Pati: 127 siswa dan sekitar 30 guru.
Total mendekati 230–273 orang.
Beberapa laporan menyebut satu siswa dari MTs Mambaul Ulum juga terdampak.
BACA JUGA:Penyidik KPK Kembali ke Muara Enim, Geledah Ruang ULP dan PUPR
Sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang. Sejumlah siswa dirawat di rumah sakit, sementara yang lain mendapatkan perawatan di puskesmas atau dipulangkan setelah stabil.
Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, menjelaskan, “Ini yang terdampak sekitar 127-an dari siswa kami 960-an. Ini rata-rata yang terdampak kelas 8 dan kelas 9.”
Ia menambahkan bahwa keluhan mulai muncul sore hingga malam hari.
Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, menyatakan jumlah siswa yang mengalami gejala mencapai 103 orang dan semakin banyak seiring berjalannya waktu pada Rabu.
BACA JUGA:Lima Kapal Sisir Selat Sunda, Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau
Menu yang Disajikan dan Dugaan Penyebab
Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orak-arik tempe, lalapan, kerupuk udang, dan irisan semangka.
Menurut kesaksian, makanan tidak terasa aneh saat dikonsumsi.
Salah satu siswa kelas 9 SMPN 1 Gembong, Zamroni, bercerita, “Menu nasi bakar, di kelas ada 5 siswa. Sakit (ke) toilet tiga kali.”