Orang tua dan siswa lain melaporkan diare berulang hingga lima kali, pusing, bahkan ada yang mengalami mimisan.
Keterlambatan distribusi diduga membuat makanan melewati batas waktu aman konsumsi, meskipun hasil pasti masih menunggu pemeriksaan laboratorium.
BACA JUGA:Selebgram Asal Palembang 'Rondoot' Dilaporkan ke Polda Sumsel, Gegara Konten Viral PAUD
Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dari SPPG serta sampel muntahan dan feses korban.
Sampel tersebut dikirim ke laboratorium kesehatan provinsi di Semarang. Hasil diharapkan keluar dalam satu hingga dua minggu.
“Data belum ya, kita masih dinamis, belum bisa dipastikan. Nanti kita update berdasarkan data faskes,” tegas Luky Pratugas Narimo.
Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat.
Operasional SPPG Gembong 1 dilaporkan dihentikan sementara menunggu hasil investigasi. Satgas MBG Pati melakukan pengecekan terhadap seluruh unit sejenis di kabupaten tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan keracunan terkait program MBG di Jawa Tengah.