BACA KORAN.CO - Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi perempuan.
Penyakit yang menyerang leher rahim ini umumnya berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu kelompok virus yang dapat menular melalui kontak seksual.
Meski berisiko menimbulkan komplikasi serius, kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, pemeriksaan skrining secara berkala, dan tindak lanjut medis yang tepat.
Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kanker serviks menjadi hal penting karena perubahan sel pada leher rahim dapat berlangsung tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal.
Akibatnya, sebagian perempuan baru mengetahui kondisi tersebut ketika penyakit sudah berkembang.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker.
BACA JUGA:Tiga Hari Diburu, Terduga Pencuri Honda Beat di PALI Ditangkap
Mengenal Kanker Serviks dan Penyebabnya
Kanker serviks merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina.
Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap dalam tubuh dalam waktu lama.
Infeksi HPV sebenarnya cukup umum dan sering kali dapat hilang dengan sendirinya berkat respons sistem kekebalan tubuh.
Namun, pada sebagian orang, infeksi dari jenis HPV tertentu dapat bertahan dan memicu perubahan sel.
Jika perubahan tersebut tidak terdeteksi dan ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker setelah bertahun-tahun.
Selain infeksi HPV, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko, seperti kebiasaan merokok, kondisi kekebalan tubuh yang melemah, serta tidak menjalani pemeriksaan skrining sesuai rekomendasi.
Meski demikian, kanker serviks tidak hanya dapat terjadi pada perempuan dengan faktor risiko tertentu.
Karena itu, langkah pencegahan tetap penting bagi mereka yang merasa sehat.