Ribuan Jamaah Haji Alami Masalah Kesehatan, Kemenhaj Himbau Begini
Masjid Nabawi menjadi tempat yang diimpikan jamaah haji untuk dikunjungi -Kemenhaj-
BACAKORAN.CO - Ribuan jamaah haji Indonesia alami masalah kesehatan. Menurut rilis Kemenhaj, tercatat sebanyak 4.246 jamaah menjalani rawat jalan.
Kemudian sebanyak 70 jamaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Lalu sebanyak 101 jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan 42 orang masih menjalani perawatan di RSAS.
Sementara jumlah jamaah wafat hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 5 orang.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff mengatakan bahwa seluruh layanan operasional haji hingga kini berjalan baik dengan pengawasan penuh dari petugas di lapangan.
BACA JUGA:Perkuat Satgas Pencegahan Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap di Arab Saudi
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jamaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria.
Di Makkah, sebanyak 1.551 jamaah dari empat kloter telah tiba untuk menjalani umrah wajib dan persiapan menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jamaah dan 689 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, jamaah yang sudah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang yang tergabung dalam 149 kloter per kamis (30/4). Adapun jamaah yang mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah tercatat sebanyak 4.871 orang dari 12 kloter.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff mengatakan bahwa seluruh layanan operasional haji hingga kini berjalan baik dengan pengawasan penuh dari petugas di lapangan.-Kemenhaj-
Kata Maria, Kemenhaj juga kembali mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi aturan penyelenggaraan ibadah haji.
BACA JUGA:15.349 Jamaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci, 1 Jamaah Meninggal
Maria menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aktivitas non-prosedural yang dapat membahayakan keselamatan jamaah.
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.