BACAKORAN.CO– Di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, aktivitas pasar malam justru bermunculan di sejumlah titik Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Pada Senin (12/10/2026), pasar malam terpantau di Jalan Bukit Lebar, Kelurahan Karang Raja, setelah sebelumnya hadir di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul.
Persiapan pendirian pasar malam juga terlihat di kawasan Taman Kota Prabu Jaya.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena pasar malam mengundang keramaian warga, termasuk anak-anak, untuk beraktivitas di ruang terbuka.
Padahal, kualitas udara di Prabumulih dilaporkan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat, Siswa PAUD Hingga SMP di Palembang Belajar dari Rumah
Data kualitas udara yang dilaporkan pada 12 Oktober 2026 menunjukkan konsentrasi partikel halus (partikulat) di udara atau PM2.5 mencapai 286, masuk kategori sangat tidak sehat.
Sebelumnya, konsentrasi PM2.5 dilaporkan menyentuh angka 373 atau kategori berbahaya.
Angka tersebut menjadi peringatan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparannya berisiko memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta memperburuk gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
BACA JUGA:Geger! Mayat Perempuan Cantik Ditemukan Telungkup di Kebun Sawit Mesuji
BACA JUGA:Vape Diduga Mengandung Narkotika Senilai Rp34,9 Miliar Disita di Bakauheni
Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan penyakit penyerta termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan ketika polusi udara tinggi, menggunakan masker yang sesuai jika harus keluar rumah, serta mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.