Tak Terima Disanksi Soal Survei Pilkada Jakarta 2024, Poltracking Keluar dari Persepi, Ini Alasannya!
Poltracking Indonesia resmi keluar dari Persepi usai menerima sanksi terkait beda hasil survei Pilkada Jakarta 2024.--istimewa
Poltracking menyerahkan data 2000 responden yang digunakan dalam survei Pilkada Jakarta.
Dewan Etik kemudian meminta data mentah (raw data) dari dashboard, yang dikirimkan oleh Poltracking pada 3 November 2024.
BACA JUGA:Jelang Debat Pilkada Jateng! Hasil Survei Ahmad Luthfi-Taj Yasin Masih Unggul
BACA JUGA:Ungguli Ahmad-Yasin! Andika-Hendi Dominasi Survei Pilkada Jateng Terbaru versi Saiful Mujani MRSC
Menurut Poltracking, tidak ada perbedaan antara data mentah dan data yang diolah.
Aditya merasa Dewan Etik tidak dapat memverifikasi data mereka meski telah menyerahkan semua data dan penjelasan secara rinci.
“Mulai hari ini (5/11), kami memutuskan keluar dari Persepi. Kami keluar bukan karena melanggar etika, melainkan karena sejak awal merasakan adanya sikap tendensius dari anggota Dewan Etik Persepi terhadap Poltracking Indonesia,” tukasnya.