bacakoran.co

Waduh! Isra Mikraj Dianggap Mengambil Cerita dari Arda Viraf, Benarkah Islam Plagiasi Agama Zoroaster?

Fakta kebenaran apakah Isra Mikraj diambil dari kitab Arda Viraf Namak--Ist

BACAKORAN.CO - Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam.

Di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.

Namun, di tengah kemuliaan kisah ini, muncul tuduhan bahwa peristiwa Isra Mikraj hanyalah adaptasi dari sebuah cerita dalam agama Zoroaster yang tercantum dalam kitab Arda Viraf Namak.

Benarkah kisah suci ini terinspirasi dari legenda agama lain?

BACA JUGA:Luar Biasa! 4 Keistimewaan dan Keutamaan Isra Mi'raj Menurut Habib Ali Zaenal Abidin yang Jarang Diketahui

Ataukah klaim tersebut hanya sebatas asumsi yang tak berdasar?

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tuduhan tersebut, membedah fakta sejarah.

Serta menyajikan hasil penelitian para ahli yang dapat meluruskan persepsi keliru yang kerap dijadikan senjata oleh para pendengki Islam.

Siapkan diri kamu untuk memahami lebih dalam tentang kebenaran di balik peristiwa besar ini.

BACA JUGA:Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek, ASDP Keluarkan Imbauan untuk Pengguna Kapal Penyeberangan, Begini Isinya!

Dan bagaimana tuduhan plagiasi ini sebenarnya terbantahkan dengan bukti-bukti ilmiah yang tak terbantahkan.

Dalam kitab Arda Viraf Namak, seorang tokoh bernama Viraf digambarkan mengalami perjalanan spiritual ke surga dan neraka.

Beberapa pihak, termasuk tokoh orientalis seperti Ignác Goldziher dan misionaris seperti William St. Clair Tisdall, mengklaim adanya kemiripan antara kisah ini dengan peristiwa Isra Mikraj.

Mereka menduga bahwa kisah Isra Mikraj terinspirasi atau bahkan diadaptasi dari cerita dalam kitab tersebut.

Waduh! Isra Mikraj Dianggap Mengambil Cerita dari Arda Viraf, Benarkah Islam Plagiasi Agama Zoroaster?

Ainun

Ainun


bacakoran.co -  adalah salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah islam.

di mana nabi muhammad saw melakukan perjalanan luar biasa dari masjidil haram ke , lalu naik ke sidratul muntaha untuk menerima perintah salat.

namun, di tengah kemuliaan kisah ini, muncul tuduhan bahwa peristiwa isra mikraj hanyalah adaptasi dari sebuah cerita dalam agama zoroaster yang tercantum dalam kitab arda viraf namak.

benarkah kisah suci ini terinspirasi dari legenda agama lain?

ataukah klaim tersebut hanya sebatas asumsi yang tak berdasar?

dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tuduhan tersebut, membedah fakta sejarah.

serta menyajikan hasil penelitian para ahli yang dapat meluruskan persepsi keliru yang kerap dijadikan senjata oleh para pendengki .

siapkan diri kamu untuk memahami lebih dalam tentang kebenaran di balik peristiwa besar ini.

dan bagaimana tuduhan plagiasi ini sebenarnya terbantahkan dengan bukti-bukti ilmiah yang tak terbantahkan.

dalam kitab arda viraf namak, seorang tokoh bernama viraf digambarkan mengalami perjalanan spiritual ke surga dan neraka.

beberapa pihak, termasuk tokoh orientalis seperti ignác goldziher dan misionaris seperti william st. clair tisdall, mengklaim adanya kemiripan antara kisah ini dengan peristiwa isra mikraj.

mereka menduga bahwa kisah isra mikraj terinspirasi atau bahkan diadaptasi dari cerita dalam kitab tersebut.

namun, klaim ini memiliki kelemahan yang signifikan.

para peneliti sejarah dan ahli agama telah mengungkapkan bahwa arda viraf namak sebenarnya disusun dan diedit setelah era islam, sekitar abad ke-9 hingga ke-10 masehi.

hal ini dibuktikan oleh penelitian beberapa pakar, seperti:  

- mary boyce, ahli agama zoroaster, yang menyatakan bahwa kitab ini baru ditulis setelah persia dikuasai oleh .  

- philip gignoux, yang menegaskan bahwa bentuk final arda viraf namak merupakan hasil penyuntingan yang dilakukan untuk tujuan propaganda di bawah pengaruh budaya islam.  

perbandingan kronologi  

- isra mikraj terjadi pada sekitar tahun 621 masehi, jauh sebelum kitab arda viraf namak selesai ditulis.  

- kisah arda viraf namak baru muncul dalam bentuk finalnya pada abad ke-9 hingga ke-11 masehi, berdasarkan kajian linguistik dan analisis teks oleh para ahli.

dengan demikian, tuduhan bahwa isra mikraj diadaptasi dari kisah ini menjadi tidak relevan.

karena kisah arda viraf namak sendiri ditulis setelah islam hadir.  

mengapa tuduhan ini muncul?  

tuduhan seperti ini seringkali muncul dari pihak-pihak yang memiliki agenda tertentu untuk mendiskreditkan islam.

ketidaktahuan terhadap konteks sejarah dan kurangnya penelitian mendalam menjadi salah satu faktor utama munculnya klaim tersebut.

selain itu, beberapa kasus serupa juga terjadi dalam agama lain:

1. kitab ginza raba (agama mandean) yang ternyata disunting setelah era islam.  

2. kitab bavisha purana (agama hindu) yang isinya dipengaruhi oleh unsur islam untuk tujuan tertentu.  

3. bibel versi klinkert yang menggunakan istilah islami untuk mendekati masyarakat muslim.  bantahan ilmiah terhadap tuduhan. 

para ahli sejarah sepakat bahwa klaim adanya plagiasi isra mikraj dari arda viraf namak tidak berdasar karena

1. tidak ada bukti autentik bahwa arda viraf namak ditulis sebelum era islam.

2. cerita dalam kitab tersebut justru kemungkinan besar dipengaruhi oleh tradisi islam yang sudah berkembang di persia saat itu.

3. isra mikraj adalah bagian integral dari ajaran islam yang didasarkan pada al-qur'an dan hadis, bukan hasil adaptasi dari agama lain.

berdasarkan bukti-bukti sejarah, tuduhan bahwa kisah isra mikraj diadaptasi dari arda viraf namak adalah tidak benar.

penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam kitab tersebut ditulis dan disunting setelah islam hadir, sehingga tidak mungkin menjadi sumber cerita isra mikraj.

kisah isra mikraj adalah salah satu mukjizat nabi muhammad saw yang menjadi bagian dari keimanan umat islam.

tuduhan-tuduhan seperti ini seharusnya tidak melemahkan keyakinan.

tetapi justru menjadi kesempatan untuk mempelajari sejarah dan memperkuat keimanan kita.

Tag
Share