bacakoran.co

Miris! Empat Orang Tewas Akibat Miras Oplosan di Cianjur Jawa Barat, Keluhkan Sakit Ini Sebelum Meninggal

Viral Kasus Empat Orang Tewas Akibat Miras Oplosan di Cianjur-bacakoran.co-

Setelah pesta, sejumlah pemuda mengalami keracunan dan dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu dini hari.

AKP Dadeng menambahkan bahwa petugas telah melakukan penyisiran ke sejumlah perkampungan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang belum mendapat penanganan medis.

BACA JUGA:Hotman vs Razman Ricuh di Ruang Sidang, MA Tunggu Laporan PN Jakut Mengenai Hal Tersebut

BACA JUGA:Permudah Pengawasan Madrasah, MAGIS Bikin Anggaran Kemenag Bisa Hemat Rp 680 M, Apa Sih Kelebihannya?

"Dua korban yang baru dirawat sebelumnya tidak dilaporkan, tetapi setelah mendapat informasi, petugas langsung membawa mereka ke rumah sakit," jelasnya.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki sumber peredaran miras oplosan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya mengonsumsi minuman keras ilegal.

Terutama yang mengandung kadar alkohol tinggi.

BACA JUGA:Meski Dapat Ancaman dan Serangan Buzzer, Doktif Ungkap Akan Terus Review Skincare: Ingin Melindungi Masyarakat

BACA JUGA:Heroik! Aksi Sopir Ambulans Kupang Terobos Banjir Demi Selamatkan Pasien, Netizen Ramai Sindir Pemerintah

Masyarakat diimbau untuk menghindari miras oplosan dan melaporkan aktivitas ilegal terkait peredaran minuman berbahaya ini.*

Miris! Empat Orang Tewas Akibat Miras Oplosan di Cianjur Jawa Barat, Keluhkan Sakit Ini Sebelum Meninggal

Chairil

Chairil


bacakoran.co - viral di media sosial, sebanyak empat orang di kecamatan mande, cianjur, jawa barat, tewas setelah mengonsumsi minuman keras () oplosan yang mengandung alkohol murni 96 persen.

kejadian ini mengejutkan warga setempat dan memicu respons cepat dari pihak kepolisian.

salah satu korban yang meninggal adalah j (43), warga desa kademangan, kecamatan mande.

korban dilaporkan mengeluh sakit di bagian dada dan perut sebelum akhirnya meninggal dunia.

kapolsek mande, akp dadeng, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pada sabtu siang (8/2/2025) tentang seorang warga yang meninggal akibat miras oplosan.

"korban tidak sempat dibawa ke rumah sakit karena kondisinya yang kritis," ujar dadeng.

selain j, tiga korban lainnya yang adalah h (34), g (29), dan e (55), semuanya warga desa kademangan.

sementara itu, jumlah korban yang dirawat di rumah sakit meningkat dari enam menjadi delapan orang.

kasus ini bermula dari yang digelar pada kamis (6/2/2025) dan jumat (7/2/2025) malam.

alkohol murni 96 persen yang digunakan dalam pesta tersebut dipesan oleh salah satu korban.

setelah pesta, sejumlah pemuda mengalami keracunan dan dilarikan ke rumah sakit pada sabtu dini hari.

akp dadeng menambahkan bahwa petugas telah melakukan penyisiran ke sejumlah perkampungan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang belum mendapat penanganan medis.

"dua korban yang baru dirawat sebelumnya tidak dilaporkan, tetapi setelah mendapat informasi, petugas langsung membawa mereka ke rumah sakit," jelasnya.

pihak kepolisian kini tengah menyelidiki sumber peredaran miras oplosan tersebut.

kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya mengonsumsi minuman keras ilegal.

terutama yang mengandung kadar alkohol tinggi.

masyarakat diimbau untuk menghindari miras oplosan dan melaporkan aktivitas ilegal terkait peredaran minuman berbahaya ini.*

Tag
Share