bacakoran.co – di tengah penyidikan kasus dugaan dan produk kilang di , muncul pertanyaan besar.
apakah aset pertamina akan disita oleh kejaksaan agung (kejagung)?
menanggapi hal ini, direktur keuangan pertamina, emma sri martini menegaskan, kejagung telah memberikan jaminan jika operasional dan distribusi energi tidak akan terganggu.
ia memastikan tidak akan ada penyitaan atau penyegelan aset yang bisa menghambat layanan energi bagi masyarakat.
menurut emma, berdasarkan hasil konsultasi dengan kejaksaan, dipastikan keberlanjutan operasional pertamina grup tetap terjamin.
“tidak akan ada penyegelan atau penyitaan aset yang berhubungan dengan operasional dan distribusi energi," ujar emma saat berbincang dengan media di jakarta.
dukungan kejagung untuk pertamina
emma pun mengungkapkan, dukungan kejagung terhadap pertamina sangat kuat.
sehingga proses hukum yang sedang berlangsung tidak akan mengganggu ketahanan energi nasional.
"kejaksaan memberikan jaminan solid bahwa proses hukum ini tidak akan mengganggu operasional dan ketahanan energi nasional. kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari kejaksaan agung," tambahnya.
tak hanya itu, pihaknya juga telah memastikan kepada para investor dan mitra strategis bahwa kasus ini tidak akan memengaruhi likuiditas dan keuangan perusahaan.
"para lender dan pemangku kepentingan finansial tetap memberikan dukungan kepada pertamina. fasilitas perbankan, modal kerja, serta investasi dalam peningkatan produksi dan lifting tetap berjalan sesuai rencana. tidak ada gangguan terhadap arus kas dan pendapatan perusahaan," jelas emma.
kejagung tetapkan sembilan tersangka
sebagai informasi, kejaksaan agung sedang mengusut dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di pertamina pada periode 2018-2023.
saat ini, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk enam petinggi di sub holding pertamina.
kasus ini masih terus dikembangkan, dan publik menunggu langkah berikutnya dari kejagung.