Pasien Ginjal Saling Pinjam Obat? Ini Fakta Mencengangkan di Balik Kelangkaan Obat BPJS!
pasien gagal ginjal yang sudah melakukan transplantasi hadapi kelangkaan obat, banyak pasien tetap mengalami kesulitan mendapatkan obat-obatan penting.--
Namun, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, membantah hal tersebut.
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti mengorbankan kualitas layanan.
Bahkan, pemerintah justru akan memperbanyak program transplantasi karena dianggap lebih hemat dibanding cuci darah.
“Memang tahun lalu kebutuhan tacrolimus melonjak 260% dibanding proyeksi. Tapi sekarang udah diatasi. Ada beberapa merek yang sudah punya izin edar dari BPOM, seperti Prograf dan Tacsograf,” jelas Rizka.
Lewat platform FORNAS (Formularium Nasional), pemerintah memasukkan sejumlah obat immunosupresan penting seperti azatioprin, basiliksimab, mikofenolat, siklosporin, dan tentunya tacrolimus.
Jadi, meskipun ada kendala, pemerintah tetap upayakan agar pasien tetap bisa mengakses obat secara optimal.
BACA JUGA:Ifan Seventeen Ditunjuk Jadi Dirut PT Produksi Film Negara, Ini Profil dan Tugas Barunya
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Ali Ghufron menambahkan bahwa penggantian obat dilakukan lewat metode health technology assessment.
Tujuannya? Biar tetap aman, efektif, dan terjangkau bagi peserta JKN.
Harapannya, ke depan nggak ada lagi cerita soal pasien saling pinjam obat karena stok kosong.
Yuk, dukung pelayanan kesehatan yang lebih merata dan manusiawi!