Heboh! Gagal Bawa Uang Panaik Rp100, Keluarga Perempuan di Jeneponto Diduga Amuki Rumah Sang Laki-laki
Keluarga Calon Mempelai Wanita Murka Uang Panaik Rp100 Kita Tidak Disediakan, Rumah Calon Mempelai Laki-laki Diamuk Massa--akun X @infotetangga.id
Tetapi ia malah kabur menjelang hari lamaran, hal ini lah membuat keluarga calon mempelai wanita marah terlebih mereka telah menyiapkan segala persiapan yang diperlukan.
BACA JUGA:Heboh! Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Kali Cengkareng Pakai Kaos dan Celana Doraemon
"Tapi setelah dikonfirmasi ternyata pria ini sudah tidak ada di kampungnya atau sudah meninggalkan rumahnya. Sehingga pihak keluarga perempuan merasa sangat malu (Siri')," ungkap Suardi.
Karena merasa malu, keluarga pihak wanita datang mengamuk dan merusak rumah kekasihnya itu. Mereka melempari rumah Miko dengan batu dan merusak dindingnya.
Untungnya pada saat kejadian ini rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong tidak ada orang dan polisi mengajak mediasi namun keluarga pria ingin membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Sedang dalam penyelidikan dan ditangani Polres. Saya sempat singgung (ke keluarga pria) bagaimana, masih ada kira-kira untuk baik ini. Dia bilang sudah tidak ada jalan karena anaknya saja sudah pergi, tidak tahu pergi kemana karena sudah tidak bisa dihubungi, hp-nya sudah dimatikan," jelas Suardi.
Uang panai, dalam budaya Bugis, berkaitan erat dengan martabat keluarga perempuan dan dikenal dengan istilah Siri.
Besarannya ditentukan oleh pihak keluarga perempuan melalui diskusi dengan keluarga calon suami.
Semakin tinggi nominalnya, citra keluarga perempuan meningkat di mata masyarakat.
Namun, hal ini juga sering menjadi ajang gengsi, mendorong calon pria untuk memenuhi tuntutan meski berat