Harga Tomat & Cabai Meroket 100% di Polewali Mandar: Warga Menjerit!
Lonjakan harga tomat dan cabai hingga 100% di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membuat warga resah.--Youtube-METRO TV
BACA JUGA:Kian Pedas! Harga Cabe Tembus Rp 80 ribu per Kilogram
Penyebab utama lonjakan harga ini adalah terbatasnya pasokan dari daerah penghasil seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Cuaca ekstrem dan gangguan distribusi membuat pasokan ke pasar tradisional Polewali Mandar tersendat.
Di sisi lain, permintaan tetap tinggi, terutama menjelang musim hajatan dan perayaan lokal, sehingga harga pun melambung.
Dampak ke Konsumen dan Pedagang
BACA JUGA:Lek Kirno Pedagang Sayur Tewas di Tepi Jalan, Diduga Akhiri Hidup Karena Stres Akibat Judi Online
Kenaikan harga ini sangat dirasakan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Banyak yang mengeluh karena anggaran belanja harian menjadi tidak cukup.
Pedagang pun ikut terdampak karena penurunan jumlah pembeli dan risiko kerugian akibat stok yang tidak laku.
“Biasanya saya beli tomat 2 kilo, sekarang cuma bisa 1 kilo.
BACA JUGA:Miris, Siswa di Palembang Dapat Menu Makanan Bergizi Gratis Isi Tahu, Tempe, Sayur dan Pisang!
BACA JUGA:Bikin Malu, 3 Oknum Wartawan di Kota Minyak, Diduga Peras Penjual Minyak Sayur
Cabai juga mahal sekali, padahal saya jualan nasi kuning,” ujar seorang pedagang makanan di Pasar Sentral Polewali.
Potensi Dampak Ekonomi Lebih Luas
Lonjakan harga tomat dan cabai ini berpotensi memicu inflasi pangan lokal, terutama jika tidak segera ditangani.
Pemerintah daerah dan dinas terkait perlu mengambil langkah cepat, seperti mendatangkan pasokan dari daerah surplus atau memberikan subsidi harga untuk komoditas tertentu.