PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Resmi Dipecat: Skandal Telepon dan Ketegangan Regional Jadi Pemicu
Paetongtarn shinawatra resmi dipecat, mahkamah konstitusi thailand putuskan pelanggaran etik--
BACAKORAN.CO — Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, resmi diberhentikan dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi Thailand.
Keputusan ini diambil menyusul skandal rekaman telepon yang bocor ke publik dan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap etika jabatan.
Paetongtarn, yang sebelumnya telah diskors, kini secara resmi lengser dari kursi perdana menteri.
Kasus yang menjerat Paetongtarn bermula dari percakapan teleponnya dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, pada Juni lalu.
Dalam rekaman yang bocor ke publik, Paetongtarn terdengar mendiskreditkan militer Thailand dan tampak tunduk pada Hun Sen, yang merupakan sekutu lama ayahnya, Thaksin Shinawatra.
Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa tindakan Paetongtarn “tidak menjaga harga diri bangsa dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada negara,” sehingga dinilai melanggar standar etika seorang pemimpin.
Menanggapi kritik publik, Paetongtarn sempat meminta maaf dan menyebut ucapannya sebagai bagian dari “teknik negosiasi” untuk meredakan konflik perbatasan.
Ia juga berjanji tidak akan lagi melakukan komunikasi pribadi dengan Hun Sen.
BACA JUGA:Himbau Warga Jangan Terprovokasi PETI di Wilayah Pulau Kidak, Polisi Hanya Temukan Sisa Aktivitas
BACA JUGA:Puan Maharani Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo di DPR
Namun, permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk meredakan kemarahan publik dan tekanan politik.
Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai ditunjuk sebagai pelaksana tugas perdana menteri hingga parlemen memilih pengganti resmi.