bacakoran.co

2 Tim Medis Solo Dipukuli Brimob saat Evakuasi Massa Aksi, Relawan Auto Demo di Polres

Dua relawan medis Solo dipukuli Brimob saat evakuasi korban demo./Kolase Bacakoran.co--Instagram @SRT1923 dan @Viking_SMKN2Bdg

"Heran bgt katanya disuruh jangan teralihkan perang sm parcok. Lah kelakuan parcoknya aja kaya setan gini. Harusnya bukan dialihkan sih, tp ditambah, karena dua2nya emg pantas."

"Ini mereka memahami kata 'mengayomi' jadi 'membasmi' atau gimana?"

"UDAH SINTING, GK NORMAL, pendidikan isi materinya bagaimana gebukin orang."

2 Tim Medis Solo Dipukuli Brimob saat Evakuasi Massa Aksi, Relawan Auto Demo di Polres

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - dua relawan medis menjadi korban kekerasan aparat saat berusaha mengevakuasi demonstran yang terkena dampak di sekitar bundaran gladak, solo. 

insiden ini memicu gelombang solidaritas dari komunitas relawan kesehatan, yang langsung menggeruduk mapolresta solo sebagai bentuk protes atas tindakan represif tersebut.

kronologi pemukulan tim medis

kejadian bermula sekitar pukul 19.05 wib ketika raditya bagas nugroho adi, pengawal ambulans, dan dika, sopir ambulans, sedang membuka jalur menuju lokasi demonstrasi di depan solo. 

mereka hendak mengevakuasi massa yang terkena gas air mata.

namun, sebelum mencapai lokasi, ambulans mereka diberhentikan oleh aparat brimob.

raditya mengaku sempat meminta perlindungan ke mobil ambulans, tetapi tetap dikejar, dipukul, dan ditendang. 

dika yang turun untuk melindungi rekannya justru ikut menjadi korban, mengalami luka robek di kepala akibat pukulan keras. 

keduanya mengenakan atribut bertuliskan “paramedic” dan “rescue”, menandakan identitas mereka sebagai tenaga medis.

salah satu relawan lain, naufal, membenarkan bahwa ambulans mereka dicegat dan dibuka paksa oleh aparat. 

“rekan saya, dika, ditarik keluar dan langsung dipukul. mas radit juga kena pukul. kami sudah pakai rompi paramedik, tidak bawa barang tajam, murni ingin evakuasi korban,” ujarnya.

aksi solidaritas relawan di mapolresta solo

tak lama setelah insiden tersebut, puluhan relawan ambulans dari berbagai organisasi di solo raya mendatangi mapolresta solo. 

mereka memarkirkan mobil ambulans di depan kantor polisi sebagai simbol protes damai. 

ketua perkumpulan driver ambulans solo raya (pedas), dwi ardiya indranata, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk menuntut keadilan atas pemukulan dua relawan medis.

“mas dika mengalami luka cukup parah, robekan di kepala sepanjang 10 cm dan harus dijahit 12 jahitan. mas raditya luka ringan. kami punya bukti video dan akan terus kawal kasus ini,” tegas dwi.

penanganan medis dan respons kepolisian

dika segera dilarikan ke rs pku muhammadiyah solo untuk menjalani ct scan, sementara raditya dirawat di rs panti waluyo. wakil wali kota solo, astrid widayani, menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban. 

sementara itu, wakapolresta solo, akbp sigit, menyampaikan komitmen penuh untuk menindaklanjuti kasus ini.

“sudah saya tugaskan tiga personel untuk menjaga korban sampai sembuh. kami akan proses oknum yang terlihat dalam video sesuai aturan yang berlaku,” ujar sigit dalam pernyataan resminya.

reaksi publik dan media sosial

unggahan akun x @intinyadeh yang menampilkan video pemukulan tersebut langsung viral. 

netizen mengecam keras tindakan aparat yang dinilai brutal dan tidak manusiawi. 

beberapa komentar menyebut perilaku aparat mirip dengan rezim represif, mempertanyakan makna “mengayomi” yang seharusnya menjadi prinsip dasar kepolisian.

"kelakuannya udah sama kaya israhell, ga peduli medic apa bukan, pokoknya asal gebug aja."

"heran bgt katanya disuruh jangan teralihkan perang sm parcok. lah kelakuan parcoknya aja kaya setan gini. harusnya bukan dialihkan sih, tp ditambah, karena dua2nya emg pantas."

"ini mereka memahami kata 'mengayomi' jadi 'membasmi' atau gimana?"

"udah sinting, gk normal, pendidikan isi materinya bagaimana gebukin orang."

Tag
Share