2 Tim Medis Solo Dipukuli Brimob saat Evakuasi Massa Aksi, Relawan Auto Demo di Polres
Dua relawan medis Solo dipukuli Brimob saat evakuasi korban demo./Kolase Bacakoran.co--Instagram @SRT1923 dan @Viking_SMKN2Bdg
BACAKORAN.CO - Dua relawan medis menjadi korban kekerasan aparat Brimob saat berusaha mengevakuasi demonstran yang terkena dampak gas air mata di sekitar Bundaran Gladak, Solo.
Insiden ini memicu gelombang solidaritas dari komunitas relawan kesehatan, yang langsung menggeruduk Mapolresta Solo sebagai bentuk protes atas tindakan represif tersebut.
Kronologi Pemukulan Tim Medis
Kejadian bermula sekitar pukul 19.05 WIB ketika Raditya Bagas Nugroho Adi, pengawal ambulans, dan Dika, sopir ambulans, sedang membuka jalur menuju lokasi demonstrasi di depan Rutan Solo.
Mereka hendak mengevakuasi massa yang terkena gas air mata.
Namun, sebelum mencapai lokasi, ambulans mereka diberhentikan oleh aparat Brimob.
BACA JUGA:Terungkap, Nama Para Pelaku 7 Brimob yang Lindas Affan Kurniawan Sampai Tewas!
BACA JUGA:7 Personel Brimob Terbukti Langgar Kode Etik Usai Lindas Driver Ojol, Dikenai Patsus 20 Hari
Raditya mengaku sempat meminta perlindungan ke mobil ambulans, tetapi tetap dikejar, dipukul, dan ditendang.
Dika yang turun untuk melindungi rekannya justru ikut menjadi korban, mengalami luka robek di kepala akibat pukulan keras.
Keduanya mengenakan atribut bertuliskan “PARAMEDIC” dan “RESCUE”, menandakan identitas mereka sebagai tenaga medis.
Salah satu relawan lain, Naufal, membenarkan bahwa ambulans mereka dicegat dan dibuka paksa oleh aparat.
“Rekan saya, Dika, ditarik keluar dan langsung dipukul. Mas Radit juga kena pukul. Kami sudah pakai rompi paramedik, tidak bawa barang tajam, murni ingin evakuasi korban,” ujarnya.
Aksi Solidaritas Relawan di Mapolresta Solo
BACA JUGA:Puan Maharani Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob Saat Demo di DPR