2 Tim Medis Solo Dipukuli Brimob saat Evakuasi Massa Aksi, Relawan Auto Demo di Polres
Dua relawan medis Solo dipukuli Brimob saat evakuasi korban demo./Kolase Bacakoran.co--Instagram @SRT1923 dan @Viking_SMKN2Bdg
Tak lama setelah insiden tersebut, puluhan relawan ambulans dari berbagai organisasi di Solo Raya mendatangi Mapolresta Solo.
Mereka memarkirkan mobil ambulans di depan kantor polisi sebagai simbol protes damai.
Ketua Perkumpulan Driver Ambulans Solo Raya (Pedas), Dwi Ardiya Indranata, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk menuntut keadilan atas pemukulan dua relawan medis.
“Mas Dika mengalami luka cukup parah, robekan di kepala sepanjang 10 cm dan harus dijahit 12 jahitan. Mas Raditya luka ringan. Kami punya bukti video dan akan terus kawal kasus ini,” tegas Dwi.
Penanganan Medis dan Respons Kepolisian
BACA JUGA:Affan Dimakamkan, Massa Ojol Meledak! Mako Brimob Dikepung, Tuntut Transparansi
Dika segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo untuk menjalani CT Scan, sementara Raditya dirawat di RS Panti Waluyo. Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban.
Sementara itu, Wakapolresta Solo, AKBP Sigit, menyampaikan komitmen penuh untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Sudah saya tugaskan tiga personel untuk menjaga korban sampai sembuh. Kami akan proses oknum yang terlihat dalam video sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sigit dalam pernyataan resminya.
Reaksi Publik dan Media Sosial
BACA JUGA:Bukan Satu Korban! Dua Pengemudi Ojol Dilindas Mobil Brimob, Satu Tewas di Lokasi
Unggahan akun X @intinyadeh yang menampilkan video pemukulan tersebut langsung viral.
Netizen mengecam keras tindakan aparat yang dinilai brutal dan tidak manusiawi.
Beberapa komentar menyebut perilaku aparat mirip dengan rezim represif, mempertanyakan makna “mengayomi” yang seharusnya menjadi prinsip dasar kepolisian.
"Kelakuannya udah sama kaya Israhell, ga peduli medic apa bukan, pokoknya asal gebug aja."