bacakoran.co

Diaspora Indonesia di Jerman Gelar Aksi Damai di Berlin, Kecam Kekerasan Aparat dan Ketidakadilan Rezim

Diaspora indonesia di jerman gelar aksi damai di Berlin, kecam kekerasan aparat dan ketidakadilan rezim-Instagram-

“Kami berkumpul dengan tujuan, kemarahan, dan puncak rasa frustasi yang sama,” tulis Kindi dalam unggahan Instagram.

Menariknya, aksi ini juga menjadi refleksi politik bagi para diaspora.

BACA JUGA:Akui Salah, Immanuel Ebenezer Diperiksa KPK dan Ungkap Akan Tanggung Jawab, Tolak Ajukan Gugatan Praperadilan!

BACA JUGA:Kasus Dugaan Penjarahan di Rumah Uya Kuya: Polisi Kejar Provokator, 9 Orang Diamankan

Kindi menyebut bahwa demonstrasi ini adalah bentuk tanggung jawab atas pilihan politik mereka di Pemilu lalu.

Ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai dan aksi di Berlin hanyalah permulaan.

“Kami bukan manusia yang menolak bertanggung jawab atas pilihan PEMILU kami. Bahkan, kamilah yang mewakili mereka bertanggung jawab atas pilihan mereka yang sebegini besar dampaknya,” ungkapnya.

Aksi “Jerman Bergerak” menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keadilan dan hak asasi manusia tidak mengenal batas geografis.

BACA JUGA:Tuntutan Berat! Vadel Badjideh Terancam 12 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar dalam Kasus Anak Nikita Mirzani

BACA JUGA:Beli Uang Palsu Via Aplikasi Online, Lalu Belanjakan di Desa, 2 Pria di Ogan Ilir Ditangkap

Diaspora Indonesia di Jerman membuktikan bahwa suara rakyat bisa menggema hingga ke jantung demokrasi Eropa.

Mereka bersatu, bersuara, dan berjanji akan terus mengawal perjuangan hingga tuntutan rakyat terpenuhi.

Diaspora Indonesia di Jerman Gelar Aksi Damai di Berlin, Kecam Kekerasan Aparat dan Ketidakadilan Rezim

Melly

Melly


bacakoran.co — di bawah langit cerah ibu kota jerman, ratusan diaspora indonesia berkumpul di depan monumen ikonik brandenburger tor untuk menyuarakan solidaritas terhadap demonstrasi yang tengah berlangsung di tanah air.

pada minggu (31/8/2025), diaspora indonesia di jerman yang bergabung dalam “jerman bergerak” ini menjadi bentuk kepedulian diaspora terhadap kekerasan aparat dan ketidakadilan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat indonesia.

aksi dimulai pukul 11.00 waktu setempat dan diikuti oleh pelajar, pekerja, serta komunitas diaspora dari berbagai kota di jerman.

dalam undangan aksi yang tersebar di media sosial, mereka menyerukan perlawanan terhadap kebrutalan aparat dan ketimpangan sosial yang terjadi di indonesia.

“kami, perhimpunan masyarakat indonesia di jerman, mengajak seluruh kawan-kawan untuk bersuara dan berdiri bersama melawan kekerasan aparat serta ketidakadilan negara,” tulis akun @jermanbergerak.

salah satu sorotan utama dalam aksi ini adalah kematian tragis affan kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis polisi saat demo di jakarta pada 28 agustus 2025.

para peserta aksi menyebut insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan, melainkan bukti nyata dari kebrutalan aparat yang dibiarkan oleh rezim.

spanduk bertuliskan “affan mati dibunuh polisi” dan “stop police brutality now!” berkibar di tengah kerumunan, menjadi simbol jeritan rakyat yang tertindas.

kindiarsah, salah satu peserta aksi, menyampaikan bahwa demonstrasi di berlin berlangsung damai dan aman, dikawal oleh kepolisian jerman tanpa intimidasi.

ia juga membantah isu adanya provokator dari luar kota, menegaskan bahwa semua peserta datang dengan niat tulus dan langsung kembali setelah aksi selesai.

“kami berkumpul dengan tujuan, kemarahan, dan puncak rasa frustasi yang sama,” tulis kindi dalam unggahan instagram.

menariknya, aksi ini juga menjadi refleksi politik bagi para diaspora.

kindi menyebut bahwa demonstrasi ini adalah bentuk tanggung jawab atas pilihan politik mereka di pemilu lalu.

ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai dan aksi di berlin hanyalah permulaan.

“kami bukan manusia yang menolak bertanggung jawab atas pilihan pemilu kami. bahkan, kamilah yang mewakili mereka bertanggung jawab atas pilihan mereka yang sebegini besar dampaknya,” ungkapnya.

aksi “jerman bergerak” menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keadilan dan hak asasi manusia tidak mengenal batas geografis.

diaspora indonesia di jerman membuktikan bahwa suara rakyat bisa menggema hingga ke jantung demokrasi eropa.

mereka bersatu, bersuara, dan berjanji akan terus mengawal perjuangan hingga tuntutan rakyat terpenuhi.

Tag
Share