Dipilih Gen Z Via Discord, Mantan Ketua MA Sushila Karki Jadi PM Nepal Sementara
Sushila Karki dipilih sebagai PM sementara Nepal oleh Gen Z via Discord--Instagram @pandemictalks
Meski sempat diskors dari jabatannya karena mosi pemakzulan oleh parlemen, reputasinya sebagai figur hukum yang berani tetap kuat di mata publik, terutama generasi muda.
Latar Belakang Akademik dan Koneksi Politik
Lahir sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara dalam keluarga petani, Karki menempuh pendidikan tinggi di India.
Ia meraih gelar MA dalam Ilmu Politik dari Banaras Hindu University pada 1975 dan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tribhuvan pada 1978.
Ia juga memiliki hubungan dekat dengan keluarga BP Koirala, mantan Perdana Menteri Nepal era 1959–1960.
Dalam wawancara dengan Himalayan Times, Karki mengenang masa studinya di BHU sebagai fondasi penting dalam karier hukumnya.
BACA JUGA:Nepal Tangkap Penyelundup Manusia yang Memasok Tentara Rusia di Ukraina
BACA JUGA:OMG, Nepal Tikung Thailand soal Pernikahan Sesama Jenis
“Saya pernah ditawari mengajar dan menempuh PhD di sana. Tapi mungkin takdir saya memang menjadi hakim,” ujarnya.
Protes yang dipimpin Gen Z bukan hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga di ruang digital.
Setelah pemerintah memblokir 26 platform media sosial populer seperti Facebook, YouTube, dan X, para pemuda beralih ke Discord dan Zoom untuk menyusun strategi dan menentukan arah politik baru.
Menurut laporan PTI, kelompok Gen Z sempat mempertimbangkan tiga nama untuk posisi PM sementara dalam diskusi Zoom.
Namun, nama Karki akhirnya muncul sebagai pilihan utama karena rekam jejaknya yang bersih dan keberaniannya melawan korupsi.
Dampak Kerusuhan
Unjuk rasa yang berlangsung sejak 8 September 2025 telah menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Bangunan negara rusak parah, dan sekitar 900 narapidana dilaporkan dibebaskan oleh demonstran yang menyerbu penjara-penjara di seluruh negeri.
Nepal sempat berada dalam kekosongan kekuasaan selama 24 jam, sebelum akhirnya Tentara Nepal mengambil alih hukum dan ketertiban.