bacakoran.co

Kepala SMPN 1 Prabumulih dan Satpam Dimutasi Lantaran Larang Parkir Mobil Anak Wali Kota?

Tangis haru mantan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulh Roni Ardiansyah SPD MSi. (foto: prabumulihpos.bacakoan.co)--

BACAKORAN.CO -- Mutasi Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih Roni Ardiansyah SPd MSi  beserta seorang satpam sekolah tersebut yaitu Ageng yang dilakukan secara mendadak pada Senin 15 September 2025 viral dimedia sosial.

Banyak netizen yang 'tidak terima' dengan mutasi yang disebut-sebut sebagai tindakan arogan Wali Kota Prabbumulih H Arlan.

Pasalnya mutasi secara tiba-tiba itu menurut netizen terkait tindakan Satpam dan Kepala sekolah terhadap salah satu siswa yang di sebut-sebut merupakan anak Wali Kota Prabumulih H Arlan.

Jabatan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih itu kini diserahkan kepada pejabat sementara yaitu Kusno SPd yang sebelumnya memang pernah menjadi Pjs Kepala SMPN 1 Prabumulih.

BACA JUGA:Buntut Penolakan Pasien yang Ternyata Anak Wali Kota, 18 Pegawai RS AR Bunda Disanksi

BACA JUGA:Siap Baper! 7 Drama China Tentang Persahabatan ini Bikin Kamu Kangen Teman Lama

Sejumlah netizen di media sosial menduga jika mutasi Roni Ardiansyah yang selama ini dikenal akrab degan siswa sekolah itu berawal beberapa hari lalu.

Ketika itu salah satu siswa datang ke sekolah dengan mengendarai mobil dan hendak memarkirkan  mobilnya di halaman sekolah. Namun oleh Satpam, siswa tersebut diminta memarkirkan mobilnya di tepi jalan di depan sekolah. Pasalnya saat itu halaman sekolah sedang di gunakan untuk latihan marching band.

Nah saat hendak pulang, turun hujan deras hingga siswa yang membawa kendaraan mobilnya itu kehujanan menuju mobilnya.  Diduga cerita dilarang parkir di halaman sekolah kehujanan itu disampaikan siswa tersebut ke orang tuanya yang informasinya adalah Wali Kota Prabumulih.

Namun ada juga versi lain jika mobil yang dilarang parkir di halaman sekolah tersebut ketika itu hendak menjemput saah satu siswa yang di sebut-sebut anak Wali Kota Prabumulih H Arlan.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Finalis Penerima Pesantren Award 2025

BACA JUGA:Inilah 5 Pemain Dengan Nilai Pasar Turun Drastis Tahun ini

Karena tak diperbolehkan masuk hallaman sekolah, akibatnya anak wali kota nekad menerobos hujan menuju mobil jemputanya yang parkir di luar pagar sekolah hingga tubuh, pakaian serta tas siswa itu basah.

Namun belum ada konfirmasi apakah benar siswa yang di maksud merupakan anak wali Kota Prabumulih H Arlan.

Sementara itu, vidio guru dan ratusan siswa terlihat bersedih dan meneteskan saat mengetahui jika Roni di mutasi diunggah ke media sosial.

Beragam komentar dituliskan netizen yang intinya mengecam tindakan mutasi dan memberikan kekuatan mental kepada Roni dan Ageng agar bersabar dengan ujian tersebut.

Kepala SMPN 1 Prabumulih dan Satpam Dimutasi Lantaran Larang Parkir Mobil Anak Wali Kota?

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- mutasi beserta seorang sekolah tersebut yaitu yang dilakukan secara mendadak pada senin 15 september 2025 viral dimedia sosial.

banyak netizen yang 'tidak terima' dengan mutasi yang disebut-sebut sebagai tindakan arogan wali kota prabbumulih h arlan.

pasalnya mutasi secara tiba-tiba itu menurut netizen terkait tindakan satpam dan kepala sekolah terhadap salah satu siswa yang di sebut-sebut merupakan anak wali kota prabumulih h arlan.

jabatan kepala smp negeri 1 prabumulih itu kini diserahkan kepada pejabat sementara yaitu kusno spd yang sebelumnya memang pernah menjadi pjs kepala smpn 1 prabumulih.

sejumlah netizen di media sosial menduga jika mutasi roni ardiansyah yang selama ini dikenal akrab degan siswa sekolah itu berawal beberapa hari lalu.

ketika itu salah satu siswa datang ke sekolah dengan mengendarai mobil dan hendak memarkirkan  mobilnya di halaman sekolah. namun oleh satpam, siswa tersebut diminta memarkirkan mobilnya di tepi jalan di depan sekolah. pasalnya saat itu halaman sekolah sedang di gunakan untuk latihan marching band.

nah saat hendak pulang, turun hujan deras hingga siswa yang membawa kendaraan mobilnya itu kehujanan menuju mobilnya.  diduga cerita dilarang parkir di halaman sekolah kehujanan itu disampaikan siswa tersebut ke orang tuanya yang informasinya adalah wali kota prabumulih.

namun ada juga versi lain jika mobil yang dilarang parkir di halaman sekolah tersebut ketika itu hendak menjemput saah satu siswa yang di sebut-sebut anak wali kota prabumulih h arlan.

karena tak diperbolehkan masuk hallaman sekolah, akibatnya anak wali kota nekad menerobos hujan menuju mobil jemputanya yang parkir di luar pagar sekolah hingga tubuh, pakaian serta tas siswa itu basah.

namun belum ada konfirmasi apakah benar siswa yang di maksud merupakan anak wali kota prabumulih h arlan.

sementara itu, vidio guru dan ratusan siswa terlihat bersedih dan meneteskan saat mengetahui jika roni di mutasi diunggah ke media sosial.

beragam komentar dituliskan netizen yang intinya mengecam tindakan mutasi dan memberikan kekuatan mental kepada roni dan ageng agar bersabar dengan ujian tersebut.

plt kepala dinas pendidikan kota prabumulih, a darmadi pd m si saat di konfirmasi media, menegaskan bahwa mutasi adalah hal yang wajar terjadi dalam birokrasi.

menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk penyegaran di lingkungan sekolah dan dinas pendidikan. “mutasi itu hal biasa, bukan sesuatu yang luar biasa. hari ini pak roni, besok-besok mungkin sekolah lain yang akan mengalami hal serupa. itu bagian dari penyegaran agar roda organisasi tetap berjalan dinamis,” jelas darmadi, seperti dikutip dari prabumulihpos.bacakoran. co. senin 15 september 2025.

ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan penempatan baru bagi roni ardiansyah setelah sk keluar dari pemerintah. “kita tunggu saja prosesnya, begitu sk turun akan langsung kita sampaikan ke publik,” katanya.

sementara itu,  wali kota prabumulih,  h arlan ketika memimpin apel bersama guru di stadion olahraga talang jimar prabumulih, selasa, 16 september 2025 mengatakan bahwa mutasi itu hal biasa, dilakukan untuk perbaikan dan penyegaran.



cak arlan menegaskan bahwa tugas kepala sekolah dan guru bukan hanya mendidik, tetapi juga melayani siswa dengan baik. "anak wali kota saja tidak dilayani dengan baik, apalagi siswa biasa. kejadian ini harus menjadi evaluasi agar ke depan lebih baik lagi,"katanya.

arlan mengatakan bahwa seorang kepala sekolah tidak boleh terlalu kaku dalam menerapkan kebijakan. dia mengaku sudah menekankan, tidak ada lagi pungli di sekolah. "kalau masih ada, maka akan di tindak tegas agar ada efek jera,"katanya.

Tag
Share