bacakoran.co

Menkeu Purbaya Ingatkan Anak Muda Bijak Kelola Keuangan dan Investasi, Hindari FOMO agar Tidak Merugi

Menkeu purbaya ingatkan anak muda bijak Kelola keuangan dan investasi, hindari fomo agar tidak merugi--

BACAKORAN.CO - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pesan penting kepada generasi muda Indonesia terkait investasi.

Menurutnya, banyak anak muda yang tertarik menanamkan modal, namun sering kali terjebak pada tren dan rasa takut ketinggalan atau yang lebih dikenal dengan istilah fear of missing out (FOMO).

Purbaya menegaskan bahwa investasi seharusnya tidak dilakukan hanya karena ikut-ikutan orang lain.

Sebaliknya, setiap keputusan keuangan harus berlandaskan pengetahuan dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.

BACA JUGA:Aksi Ojol 17 September 2025: Tuntut Copot Menteri Perhubungan dan Reformasi Transportasi Online

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Larang Anak Main IG Usai Viral Sindir Sri Mulyani: Anak Kecil Nggak Ngerti Apa-apa

“Kalau mau berinvestasi, di instrumen apa pun, pelajari dulu instrumennya. Jangan sekadar ikut-ikutan, jangan karena FOMO. Kalau paham betul produknya, peluang berhasil jauh lebih besar,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Menurut Menkeu, kunci kesuksesan berinvestasi terletak pada pengetahuan yang mendalam tentang produk keuangan.

Baik saham, obligasi, reksa dana, maupun aset digital, semuanya memiliki risiko dan karakteristik masing-masing.

“Kalau tahu cara kerjanya, risiko bisa diminimalisir. Dari situ, hasil investasi lebih terukur,” tambahnya.

BACA JUGA:Purbaya Gandeng BI, Janji Longgarkan Likuiditas Tanpa Cekik Perbankan

BACA JUGA:Baru Dilantik, Menkeu Purbaya Jadi Sorotan Usai Respons Tuntutan 17+8: Itu Suara Sebagian Kecil Rakyat

Pesan ini relevan mengingat semakin banyak anak muda yang tergiur dengan tren investasi cepat cuan, tanpa benar-benar memahami cara kerja pasar.

Selain soal investasi, Purbaya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan sehari-hari.

Menkeu Purbaya Ingatkan Anak Muda Bijak Kelola Keuangan dan Investasi, Hindari FOMO agar Tidak Merugi

Melly

Melly


bacakoran.co - menteri keuangan (menkeu) memberikan pesan penting kepada generasi muda indonesia terkait investasi.

menurutnya, banyak anak muda yang tertarik menanamkan modal, namun sering kali terjebak pada tren dan rasa takut ketinggalan atau yang lebih dikenal dengan istilah fear of missing out (fomo).

purbaya menegaskan bahwa investasi seharusnya tidak dilakukan hanya karena ikut-ikutan orang lain.

sebaliknya, setiap keputusan keuangan harus berlandaskan pengetahuan dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.

“kalau mau berinvestasi, di instrumen apa pun, pelajari dulu instrumennya. jangan sekadar ikut-ikutan, jangan karena fomo. kalau paham betul produknya, peluang berhasil jauh lebih besar,” ujarnya di kompleks istana kepresidenan, jakarta, selasa (16/9/2025).

menurut menkeu, kunci kesuksesan berinvestasi terletak pada pengetahuan yang mendalam tentang produk keuangan.

baik saham, obligasi, reksa dana, maupun aset digital, semuanya memiliki risiko dan karakteristik masing-masing.

“kalau tahu cara kerjanya, risiko bisa diminimalisir. dari situ, hasil investasi lebih terukur,” tambahnya.

pesan ini relevan mengingat semakin banyak anak muda yang tergiur dengan tren investasi cepat cuan, tanpa benar-benar memahami cara kerja pasar.

selain soal investasi, purbaya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan sehari-hari.

ia menekankan bahwa belanja bukan hal yang salah, tetapi tetap harus menyesuaikan dengan kondisi finansial.

“belanja nggak masalah, mau barang mahal atau murah silakan. tapi pastikan sesuai kemampuan. jangan sampai harus berutang hanya demi gengsi,” pesannya.

menurutnya, sikap bijak dalam mengatur keuangan adalah pondasi penting sebelum seseorang terjun ke dunia investasi.

anak muda, termasuk perempuan, diharapkan bisa lebih disiplin dalam menata keuangan pribadi agar memiliki kestabilan finansial di masa depan.

purbaya menekankan bahwa perencanaan finansial yang sehat akan membuat anak muda lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

mulai dari mengatur belanja, menabung, hingga memilih instrumen investasi yang tepat, semuanya harus dilakukan secara cerdas, bukan emosional.

dengan begitu, generasi muda tidak hanya terhindar dari jebakan fomo, tetapi juga bisa meraih tujuan keuangan jangka panjang dengan lebih aman dan terukur.

 

Tag
Share