Drama Transfer Virgil van Dijk ke Liverpool Jadi Kemenangan Buruk Southampton
Virgil van Dijk saat menjadi pemain Southampton sebelum hengkang ke Liverpool--
Eksekutif London City Lionesses itu mengklaim perilaku Liverpool telah membuat The Saints marah, tetapi memaksa Van Dijk untuk bertahan pada akhirnya menjadi bumerang.
"Virgil van Dijk adalah kasus besar bagi kami. Kami memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Kamu tidak bisa pergi. Itu tidak berhasil dengan baik bagi kami," kenangnya.
"Kami tidak berhasil [mendapatkan dia kembali ke pihak kami. Virgil fantastis, menurut saya, dia berlatih dengan 75% [tenaga] dan bermain dengan 75% [tenaga] dan masih menjadi pemain terbaik di tim, bahkan di liga," tambahnya.
BACA JUGA: Pencopotan Ban Kapten Jadi Blunder Bikin Pretasi Manchester United Jeblok
BACA JUGA:Bakatnya Diabaikan Setan Merah, Eh Malah Bersinar di Los Blancos
"Dia tidak pernah membuat masalah bagi kami. Dia tidak pernah mengucapkan kata-kata buruk kepada siapa pun, tetapi dia ingin pergi, dan tidak efektif bagi kami untuk menahan pemain itu," lanjutnya.
Para penggemar Liverpool mendapatkan pandangan pertama mereka tentang Leoni dalam kemenangan 2-1 di Piala Carabao atas mantan klub Semmens, Southampton.
Pemain asal Italia itu tampil sangat mengesankan dalam penampilan pertamanya sejak kepindahannya senilai £26 juta dari Parma sebelum ia mengalami cedera.
Liverpool akan sangat berharap Leoni tidak mengalami cedera serius, karena ia sudah mulai memenuhi pujian tinggi dari Martin Semmens.
Semmens membantu membawa pemain berusia 18 tahun itu ke Parma dari Sampdoria tahun lalu dan mengungkapkan bahwa bek tengah itu adalah calon penerus Van Dijk.
"Ya, tentu saja bagi saya [Leoni adalah pewaris takhta Van Dijk]," kata Martin Semmens kepada Matterface, Crook & Deeney di talkSPORT.
"Kami merekrutnya pada tahun kedua saya di sana pada musim panas, dan saya sangat menyukai pemain seperti [bek Newcastle] Tino Livramento [untuk Southampton] dan merekrut pemain muda ini. Romeo Lavia. Ini adalah jenis kesepakatan yang sama," pungkasnya.(*)