Bjorka Bocorkan Data 341 Ribu Polisi Usai Polri Klaim Tangkap Dirinya, Humas Polda: Bisa Saja Ada yang Ngaku
Bjorka bocorkan data 341 ribu personel Polri usai penangkapan pemuda di Minahasa. Data tersebar gratis, pakar sebut sebagian berasal dari tahun 2016./Kolase Bacakoran.co--Instagram @beritasorban dan @fakta.indo
Dalam unggahannya, Teguh menjelaskan bahwa data yang dibocorkan mencakup identitas lengkap anggota Polri, termasuk informasi kontak yang seharusnya bersifat rahasia.
Menanggapi insiden tersebut, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kebocoran data tersebut.
“Itu (sedang) kami dalami lagi,” ujar Reonald singkat kepada wartawan pada Senin (6/10/2025).
Reonald juga menyoroti tantangan dalam mengidentifikasi pelaku di dunia maya.
Menurutnya, identitas digital sangat mudah dipalsukan, sehingga siapa pun bisa mengaku sebagai siapa saja.
“Sudah saya sampaikan, Wadirsiber (Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya) juga sampaikan: everybody can be anybody di internet. Siapa pun bisa jadi siapa saja,” ungkapnya.
BACA JUGA:Hacker Bjorka Kembali Beraksi! BCA dan BSI Dapat Peringatan Serangan Ransomware, Data Nasabah Bocor?
Ia menambahkan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pelaku kebocoran data kali ini merupakan orang yang sama dengan Bjorka yang sebelumnya sempat aktif membocorkan data pemerintah dan institusi publik.
“Bisa saja ada yang mengaku Bjorka lain. Ini sedang didalami apakah identik dengan Bjorka yang sebelumnya,” tambah Reonald.
Aksi Bjorka kali ini menambah daftar panjang insiden kebocoran data yang melibatkan institusi negara.
Sebelumnya, Bjorka sempat membocorkan data dari berbagai lembaga pemerintahan, termasuk KPU, Kominfo, dan instansi pendidikan.
Meski beberapa pelaku telah ditangkap, identitas asli Bjorka masih menjadi misteri.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan siber nasional dan perlindungan data pribadi.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mencegah kebocoran serupa di masa mendatang, termasuk memperketat akses terhadap data sensitif dan meningkatkan kapasitas deteksi ancaman digital.