Polisi Medan Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut yang Dikira Pelaku Judol, Kini 4 Personel Diperiksa
Ketua NasDem Sumut dipaksa turun dari pesawat karena salah tangkap. Polda Sumut minta maaf, 4 polisi ditahan/Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo
Iskandar mengaku sangat terpukul dan merasa harga dirinya diinjak-injak.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk teror yang tidak seharusnya terjadi dalam sistem penegakan hukum.
“Aturan penerbangan enggak boleh itu orang ditangkap dalam pesawat, tunggu dia mendarat. Di dalam pesawat tidak boleh kecuali teroris karena dicurigai membahayakan penerbangan. Jadi, saya ini sudah diperlakukan seperti teroris,” tegasnya.
Ia memastikan akan menempuh jalur hukum dan sedang menyiapkan tim pengacara untuk menggugat serta melaporkan petugas yang salah tangkap ke Propam.
“Saya sedang menyiapkan tim pengacara untuk melakukan gugatan, termasuk mengadukan polisi yang salah tangkap tersebut ke Propam,” ujarnya.
Polda Sumut Klarifikasi dan Minta Maaf
BACA JUGA:Fraksi Nasdem Minta DPR Hentikan Gaji dan Tunjangan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach? Cek Faktanya!
BACA JUGA:Geger, Surya Paloh Resmi Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem: Rakyat Utama!
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengakui bahwa insiden tersebut merupakan kekeliruan.
Ia menyampaikan permintaan maaf secara institusional atas ketidaknyamanan dan ketersinggungan yang dialami Iskandar.
Ferry menjelaskan bahwa personel Polrestabes Medan saat itu tengah memburu terduga pelaku judi online dan scamming yang hendak meninggalkan Sumatera Utara melalui Bandara Kualanamu.
Nama target yang dicari kebetulan sama dengan Iskandar, namun tidak dilakukan verifikasi menyeluruh.
“Datanya tidak cocok dan tidak sama. Jadi, yang bersangkutan (Iskandar) tidak ada hubungannya dengan kasus yang kami tangani,” tegas Ferry.
Ia juga mengklarifikasi bahwa surat yang dibawa petugas bukan surat penangkapan, melainkan surat perintah tugas penyelidikan untuk mencocokkan informasi.
“Kami bekerjasama dengan otorita bandara dalam hal ini Avsec untuk melakukan klarifikasi terhadap inisial dan yang bersangkutan. Hasil daripada pengecekan ternyata inisial yang kami cari tidak identik atau tidak sama dengan yang ada di manifes,” ungkapnya.