bacakoran.co - protein merupakan salah satu nutrisi esensial yang memainkan peran vital dalam menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.
zat gizi ini tidak hanya penting untuk membangun dan memelihara massa otot, tetapi juga berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta mendukung sistem imun agar tetap bekerja optimal.
sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami defisiensi protein.
padahal, kekurangan protein bisa memicu berbagai gangguan kesehatan yang sering kali diabaikan karena gejalanya tampak sepele.
salah satu sinyal awal yang umum terjadi adalah rasa lapar yang terus-menerus, meskipun sudah makan dalam porsi cukup.
ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup asupan protein untuk memenuhi kebutuhan energinya, sehingga memicu keinginan makan berlebih.
berikut enam gejala umum yang bisa menjadi indikator bahwa tubuh anda kekurangan protein, sebagaimana dilansir dari kanal kesehatan times of india.
1. rambut mudah rontok, kuku rapuh, dan kulit tampak kusam
rambut, kuku, dan kulit sangat bergantung pada protein seperti keratin dan kolagen untuk tetap sehat dan kuat.
ketika tubuh mengalami kekurangan protein, ia akan memprioritaskan penggunaannya untuk fungsi-fungsi vital seperti perbaikan organ dalam.
akibatnya, bagian tubuh seperti rambut, kuku, dan kulit menjadi korban pertama.
rambut bisa menjadi lebih rapuh dan mudah rontok, kuku menjadi tipis dan mudah patah, serta kulit kehilangan elastisitas dan tampak kusam.
2. kelemahan otot dan mudah lelah
otot merupakan salah satu tempat penyimpanan protein dalam tubuh.
saat asupan protein tidak mencukupi, tubuh akan mulai memecah jaringan otot untuk memenuhi kebutuhan protein bagi organ-organ penting.
hal ini menyebabkan penurunan massa otot, tubuh terasa lemas, dan stamina menurun drastis.
aktivitas fisik sehari-hari seperti mengangkat barang atau berjalan kaki pun bisa terasa lebih berat dari biasanya.
3. pembengkakan (edema) di kaki dan perut
salah satu fungsi protein dalam darah, khususnya albumin, adalah menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
ketika kadar protein dalam darah menurun, cairan dapat bocor ke jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan atau edema.
gejala ini biasanya terlihat di area pergelangan kaki, telapak kaki, dan bahkan perut.
jika anda mengalami pembengkakan tanpa sebab yang jelas, ada baiknya memeriksa asupan protein harian.
4. sistem imun melemah
protein juga berperan penting dalam membentuk antibodi dan memperbaiki sel-sel imun.
kekurangan protein dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tidak bekerja secara optimal.
orang yang kekurangan protein cenderung lebih mudah terserang flu, batuk, atau infeksi lainnya, serta mengalami proses penyembuhan luka yang lebih lambat.
5. gangguan kognitif dan perubahan mood
neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang mengatur suasana hati dan fungsi otak, dibentuk dari asam amino—komponen dasar protein.
ketika tubuh kekurangan protein, produksi neurotransmiter ini menurun.
akibatnya, seseorang bisa mengalami gejala seperti sulit berkonsentrasi, mudah marah, cemas, hingga mengalami brain fog atau kabut otak yang membuat pikiran terasa lambat dan tidak fokus.
6. nafsu makan yang tak terkendali
protein memiliki efek mengenyangkan yang kuat karena dapat merangsang pelepasan hormon kenyang seperti leptin dan peptide yy.
jika asupan protein rendah, tubuh tidak merasa puas setelah makan, sehingga muncul keinginan untuk terus mengonsumsi makanan, terutama yang tinggi karbohidrat dan lemak.
kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko kelebihan kalori, tetapi juga memperlambat metabolisme akibat hilangnya massa otot, yang pada akhirnya bisa menyebabkan penambahan berat badan.