bacakoran.co

Waduh! Ribuan Barista Starbucks Ancam Mogok Massal Jelang Musim Liburan, Gegara Ini!

Tuntut gaji naik, barista Starbucks ancam lakukan mogok massal jelang musim liburan dan “Red Cup Day” yang jadi momen hari tersibuk Starbucks sepanjang tahun.--rajawali/ist

BACAKORAN.CO - Ribuan barista jaringan kopi raksasa Starbucks di Amerika Serikat yang berserikat bersiap melakukan aksi mogok massal jelang musim liburan dan “Red Cup Day”.

Momen ini merupakan salah satu hari tersibuk Starbucks sepanjang tahun.

Rencana mogok massal para barista ini menjadi pukulan telak bagi Starbucks, yang tengah berjuang keras mengembalikan performa penjualan usai serangkaian penurunan dalam beberapa kuartal terakhir.

Barista Geram, “Cukup Sudah!”

BACA JUGA:Demi Penuhi 'Jatah Preman' Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala UPT Sampai Pinjam Uang Bank Untuk Setoran!

BACA JUGA:Viral Rekaman Ibu di Gorontalo Aniaya Anak Kandung Usia 4 Tahun Gegara Punya Masalah dengan Suami

Serikat pekerja Starbucks Workers United (SWU) mengumumkan pada Rabu (6/11/2025) waktu setempat jika ribuan anggotanya telah resmi menyetujui aksi mogok besar-besaran jika hingga 13 November 2025 tidak ada kesepakatan kontrak yang dianggap adil.

Tanggal itu bukan tanggal biasa tapi “Red Cup Day” yang merupakan momen promosi tahunan di mana pelanggan menyerbu toko Starbucks untuk mendapatkan cangkir edisi terbatas.

Jika ribuan barista benar-benar berhenti bekerja, kekacauan operasional hampir pasti tak terhindarkan.

“Jika Starbucks terus menghalangi negosiasi, mereka harus siap melihat bisnis mereka berhenti total. Bola ada di tangan Starbucks,” tegas Michelle Eisen, mantan barista senior yang kini menjadi juru bicara serikat pekerja, seperti dilansir dari Reuters.

BACA JUGA:6 Nelayan Ditangkap, Warga Pulau Kangean Ngamuk Geruduk Polsek dan Bakar Mess Kontraktor

BACA JUGA:Diisukan Berpaling, Hamish Daud Bereaksi dan Bantah Sabrina Sebagai Selingkuhan: Teman Saya 10 Tahun

SWU mewakili sekitar 9.500 pekerja atau 4% dari total tenaga kerja Starbucks di AS, dan mengklaim aksi mogok ini dapat meluas ke lebih dari 25 kota besar.

Tuntutan: Gaji Naik, Tenaga Tambahan, dan Perlindungan

Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji, perbaikan jam kerja, serta jaminan keselamatan kerja yang lebih baik.

Mereka juga menuding Starbucks melakukan praktik perburuhan yang tidak adil  dengan lebih dari 1.000 tuntutan resmi yang diajukan ke Badan Hubungan Perburuhan Nasional (NLRB).

Waduh! Ribuan Barista Starbucks Ancam Mogok Massal Jelang Musim Liburan, Gegara Ini!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co - ribuan barista jaringan kopi raksasa di amerika serikat yang berserikat bersiap melakukan aksi jelang musim liburan dan “red cup day”.

momen ini merupakan salah satu hari tersibuk starbucks sepanjang tahun.

rencana mogok massal para barista ini menjadi pukulan telak bagi starbucks, yang tengah berjuang keras mengembalikan performa penjualan usai serangkaian penurunan dalam beberapa kuartal terakhir.

barista geram, “cukup sudah!”

serikat pekerja starbucks workers united (swu) mengumumkan pada rabu (6/11/2025) waktu setempat jika ribuan anggotanya telah resmi menyetujui aksi mogok besar-besaran jika hingga 13 november 2025 tidak ada kesepakatan kontrak yang dianggap adil.

tanggal itu bukan tanggal biasa tapi “red cup day” yang merupakan momen promosi tahunan di mana pelanggan menyerbu toko starbucks untuk mendapatkan cangkir edisi terbatas.

jika ribuan barista benar-benar berhenti bekerja, kekacauan operasional hampir pasti tak terhindarkan.

“jika starbucks terus menghalangi negosiasi, mereka harus siap melihat bisnis mereka berhenti total. bola ada di tangan starbucks,” tegas michelle eisen, mantan barista senior yang kini menjadi juru bicara serikat pekerja, seperti dilansir dari reuters.

swu mewakili sekitar 9.500 pekerja atau 4% dari total tenaga kerja starbucks di as, dan mengklaim aksi mogok ini dapat meluas ke lebih dari 25 kota besar.

tuntutan: gaji naik, tenaga tambahan, dan perlindungan

serikat pekerja menuntut kenaikan gaji, perbaikan jam kerja, serta jaminan keselamatan kerja yang lebih baik.

mereka juga menuding starbucks melakukan praktik perburuhan yang tidak adil  dengan lebih dari 1.000 tuntutan resmi yang diajukan ke badan hubungan perburuhan nasional (nlrb).

ini bukan pertama kalinya ketegangan memuncak.

pada april lalu, serikat pekerja menolak tawaran starbucks yang hanya menjanjikan kenaikan gaji 2% per tahun, tanpa perubahan signifikan pada tunjangan atau kesejahteraan ekonomi karyawan.

starbucks klaim sudah paling baik di industri

menanggapi ancaman mogok, pihak starbucks menyatakan jika perusahaan sudah memberikan kondisi kerja terbaik di dunia ritel.

“setiap kesepakatan harus mencerminkan kenyataan bahwa starbucks telah menawarkan pekerjaan terbaik di industri ritel,” ujar manajemen dalam pernyataan resminya.

starbucks juga menyoroti paket tunjangan unggulan, termasuk asuransi kesehatan, cuti orang tua, dan program kuliah online gratis di arizona state university bagi karyawan yang bekerja minimal 20 jam per minggu.

namun, bagi para barista, janji-janji itu belum cukup menjawab tekanan ekonomi dan kondisi kerja berat yang mereka hadapi setiap hari.

starbucks di ujung tantangan

aksi mogok ini datang di saat yang sangat genting.

starbucks baru saja mencatat enam kuartal berturut-turut penurunan penjualan hingga akhir oktober, dengan pertumbuhan nyaris stagnan yakni  0% di amerika utara, dan 1% secara global.

ceo brian niccol, yang baru-baru ini mengambil alih, sedang berupaya melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan menutup lebih dari 600 gerai, termasuk toko serikat unggulan di seattle, dan memangkas karyawan korporat demi efisiensi.

para pemegang saham besar--termasuk comptroller kota new york--bahkan turun tangan dengan mengirim surat mendesak starbucks untuk berdialog dengan serikat.

Tag
Share