bacakoran.co

Trump Klaim Ukraina dan Rusia Makin Dekat Damai, Tapi Negosiasi Masih Penuh Risiko

Donald Trump menyebut Ukraina dan Rusia kini lebih dekat menuju kesepakatan damai. Namun, isu Donbas dan jaminan keamanan masih menjadi penghalang utama.--

BACAKORAN.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia internasional setelah menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia kini berada pada titik paling dekat menuju kesepakatan damai sejak perang pecah hampir empat tahun lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai menerima kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu (28/12).

Meski terdengar optimistis, Trump secara terbuka mengakui bahwa proses menuju perdamaian masih sangat rumit dan berpotensi gagal kapan saja.

Ia memperingatkan bahwa jika negosiasi kembali menemui jalan buntu, konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina bisa berlangsung bertahun-tahun ke depan.

BACA JUGA:Pabrik Aksesoris Mobil di Pakuhaji Tangerang Ludes Terbakar, Begini Kronologinya!

Pertemuan Trump dan Zelenskyy terjadi setelah Trump melakukan pembicaraan telepon selama sekitar dua setengah jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump menyebut komunikasi dengan Putin sebagai percakapan yang “sangat baik” dan menilai pemimpin Rusia itu menunjukkan niat serius untuk mengakhiri perang.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Trump bahkan menyampaikan pandangannya bahwa Rusia “ingin melihat Ukraina berhasil”, meski pada saat yang sama Moskow kembali melancarkan serangan ke Kyiv ketika Zelenskyy sedang terbang menuju Amerika Serikat.

Trump juga memuji Zelenskyy sebagai pemimpin yang berani, sementara Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas peran Trump dalam mendorong jalur diplomasi.

BACA JUGA:52 Dapur di Makkah dan 23 Dapur di Madinah Siap Sajikan Menu Khas Nusantara di Tanah Suci

Presiden Ukraina menegaskan bahwa negaranya siap membuka jalan menuju perdamaian, selama kedaulatan dan keamanan nasional tetap terjamin.

Di balik optimisme yang disampaikan ke publik, kedua pemimpin sepakat bahwa ada sejumlah isu krusial yang masih menjadi batu sandungan utama.

Salah satunya adalah masa depan wilayah Donbas, kawasan di Ukraina timur yang menjadi pusat konflik bersenjata selama bertahun-tahun.

Trump menyebut persoalan Donbas sebagai isu paling sulit dalam perundingan.

BACA JUGA:Lama Dicari, Anggota Komplotan Pencuri Sawit Berhasil Diringkus

Zelenskyy pun menegaskan bahwa posisi Ukraina dan Rusia sangat berbeda secara prinsip.

Ukraina menolak pengakuan atas wilayah yang direbut Rusia, sementara Moskow bersikeras mempertahankan wilayah yang kini dikuasainya.

Selain Donbas, isu jaminan keamanan bagi Ukraina juga menjadi pembahasan sensitif. Kyiv menuntut perlindungan jangka panjang agar tidak kembali diserang di masa depan.

Dalam rancangan proposal terbaru, Amerika Serikat disebut menawarkan jaminan keamanan yang menyerupai perlindungan NATO, meski Ukraina menyatakan kesediaannya untuk menunda ambisi bergabung dengan aliansi tersebut.

BACA JUGA:Dokumen Hilang Disapu Banjir, Kemendagri Cetak Puluhan Ribu KTP dan KK Gratis untuk Wilayah Sumatera!

Ironisnya, intensitas diplomasi yang meningkat tidak serta-merta menghentikan pertempuran di lapangan.

Rusia masih melancarkan serangan ke berbagai wilayah Ukraina, sementara Kyiv juga melakukan serangan balasan.

Trump mengakui kontradiksi tersebut, namun menilai kondisi itu mencerminkan kompleksitas konflik modern, di mana tekanan militer sering berjalan beriringan dengan upaya diplomasi.

Ia kembali mengingatkan bahwa kegagalan satu isu besar saja bisa menghancurkan seluruh proses negosiasi.

BACA JUGA:Sambut Panen Awal Tahun 2026, Pemerintah Siap Serap 2,5 Juta Ton Beras!

“Dalam beberapa minggu ke depan, kita akan tahu hasilnya. Bisa berhasil, bisa juga runtuh,” ujar Trump.

Setelah pertemuan di Florida, Trump dan Zelenskyy melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen serta pemimpin Prancis, Jerman, Inggris, Finlandia, dan Polandia.

Trump bahkan menyatakan kesiapan untuk kembali menjamu para pemimpin Eropa dalam pertemuan lanjutan yang direncanakan berlangsung pada Januari mendatang.

Dukungan Eropa dinilai krusial, mengingat banyak negara NATO terlibat langsung dalam bantuan militer dan ekonomi bagi Ukraina.

BACA JUGA:Sambut Panen Awal Tahun 2026, Pemerintah Siap Serap 2,5 Juta Ton Beras!

Namun, Rusia menegaskan penolakannya terhadap pengerahan pasukan NATO dan tetap bersikukuh pada tuntutan pengakuan wilayah yang telah dianeksasi, termasuk Krimea.

Putin secara terbuka menuntut Ukraina mengakui wilayah yang dikuasai Rusia, menarik pasukan dari beberapa area timur, serta membatasi kekuatan militernya.

Tuntutan ini ditolak keras oleh Kyiv dan berpotensi memperpanjang kebuntuan.

Trump sendiri menunjukkan sikap yang relatif terbuka terhadap sebagian tuntutan Rusia, dengan keyakinan bahwa kompromi wilayah dan insentif ekonomi bisa menjadi kunci menghentikan perang.

BACA JUGA:Tabung Gas Meledak Timbulkan Kepulan Asap Tebal, Ribuan Pengunjung Citimall Prabumulih Panik

Namun, ia menegaskan bahwa hasil akhir masih belum pasti.

Dengan diplomasi yang semakin intens, dunia kini menanti apakah momentum ini benar-benar akan mengakhiri salah satu konflik terbesar di Eropa modern, atau justru kembali terjebak dalam perang berkepanjangan.

Trump Klaim Ukraina dan Rusia Makin Dekat Damai, Tapi Negosiasi Masih Penuh Risiko

Melly

Melly


bacakoran.co - presiden amerika serikat donald trump kembali mencuri perhatian dunia internasional setelah menyatakan bahwa ukraina dan rusia kini berada pada titik paling dekat menuju kesepakatan damai sejak perang pecah hampir empat tahun lalu.

pernyataan tersebut disampaikan trump usai menerima kunjungan presiden ukraina volodymyr zelenskyy di resor pribadinya, mar-a-lago, florida, pada minggu (28/12).

meski terdengar optimistis, trump secara terbuka mengakui bahwa proses menuju perdamaian masih sangat rumit dan berpotensi gagal kapan saja.

ia memperingatkan bahwa jika negosiasi kembali menemui jalan buntu, konflik bersenjata antara rusia dan ukraina bisa berlangsung bertahun-tahun ke depan.

pertemuan trump dan zelenskyy terjadi setelah trump melakukan pembicaraan telepon selama sekitar dua setengah jam dengan presiden rusia vladimir putin.

trump menyebut komunikasi dengan putin sebagai percakapan yang “sangat baik” dan menilai pemimpin rusia itu menunjukkan niat serius untuk mengakhiri perang.

dalam konferensi pers usai pertemuan, trump bahkan menyampaikan pandangannya bahwa rusia “ingin melihat ukraina berhasil”, meski pada saat yang sama moskow kembali melancarkan serangan ke kyiv ketika zelenskyy sedang terbang menuju amerika serikat.

trump juga memuji zelenskyy sebagai pemimpin yang berani, sementara zelenskyy menyampaikan apresiasi atas peran trump dalam mendorong jalur diplomasi.

presiden ukraina menegaskan bahwa negaranya siap membuka jalan menuju perdamaian, selama kedaulatan dan keamanan nasional tetap terjamin.

di balik optimisme yang disampaikan ke publik, kedua pemimpin sepakat bahwa ada sejumlah isu krusial yang masih menjadi batu sandungan utama.

salah satunya adalah masa depan wilayah donbas, kawasan di ukraina timur yang menjadi pusat konflik bersenjata selama bertahun-tahun.

trump menyebut persoalan donbas sebagai isu paling sulit dalam perundingan.

zelenskyy pun menegaskan bahwa posisi ukraina dan rusia sangat berbeda secara prinsip.

ukraina menolak pengakuan atas wilayah yang direbut rusia, sementara moskow bersikeras mempertahankan wilayah yang kini dikuasainya.

selain donbas, isu jaminan keamanan bagi ukraina juga menjadi pembahasan sensitif. kyiv menuntut perlindungan jangka panjang agar tidak kembali diserang di masa depan.

dalam rancangan proposal terbaru, amerika serikat disebut menawarkan jaminan keamanan yang menyerupai perlindungan nato, meski ukraina menyatakan kesediaannya untuk menunda ambisi bergabung dengan aliansi tersebut.

ironisnya, intensitas diplomasi yang meningkat tidak serta-merta menghentikan pertempuran di lapangan.

rusia masih melancarkan serangan ke berbagai wilayah ukraina, sementara kyiv juga melakukan serangan balasan.

trump mengakui kontradiksi tersebut, namun menilai kondisi itu mencerminkan kompleksitas konflik modern, di mana tekanan militer sering berjalan beriringan dengan upaya diplomasi.

ia kembali mengingatkan bahwa kegagalan satu isu besar saja bisa menghancurkan seluruh proses negosiasi.

“dalam beberapa minggu ke depan, kita akan tahu hasilnya. bisa berhasil, bisa juga runtuh,” ujar trump.

setelah pertemuan di florida, trump dan zelenskyy melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin eropa, termasuk presiden komisi eropa ursula von der leyen serta pemimpin prancis, jerman, inggris, finlandia, dan polandia.

trump bahkan menyatakan kesiapan untuk kembali menjamu para pemimpin eropa dalam pertemuan lanjutan yang direncanakan berlangsung pada januari mendatang.

dukungan eropa dinilai krusial, mengingat banyak negara nato terlibat langsung dalam bantuan militer dan ekonomi bagi ukraina.

namun, rusia menegaskan penolakannya terhadap pengerahan pasukan nato dan tetap bersikukuh pada tuntutan pengakuan wilayah yang telah dianeksasi, termasuk krimea.

putin secara terbuka menuntut ukraina mengakui wilayah yang dikuasai rusia, menarik pasukan dari beberapa area timur, serta membatasi kekuatan militernya.

tuntutan ini ditolak keras oleh kyiv dan berpotensi memperpanjang kebuntuan.

trump sendiri menunjukkan sikap yang relatif terbuka terhadap sebagian tuntutan rusia, dengan keyakinan bahwa kompromi wilayah dan insentif ekonomi bisa menjadi kunci menghentikan perang.

namun, ia menegaskan bahwa hasil akhir masih belum pasti.

dengan diplomasi yang semakin intens, dunia kini menanti apakah momentum ini benar-benar akan mengakhiri salah satu konflik terbesar di eropa modern, atau justru kembali terjebak dalam perang berkepanjangan.

Tag
Share